Nasional

FABC: Sinodalitas Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia

Bagikan:
Peserta Sidang Pleno FABC mendiskusikan sinodalitas dan misi Gereja di Jakarta

Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC)

Sinodalitas sebagai jalan misi

Wakil Presiden FABC, Kardinal Pablo Virgilio David, menegaskan fokus sidang bukan sekadar mengulas konsep sinodalitas, melainkan mendorong Gereja semakin setia menjalankan misinya. Ia mengingatkan Gereja agar tidak terjebak pada cara-cara lama dan membuka diri terhadap kebutuhan umat.

Kadang-kadang di dalam Gereja kita merasa gelisah ketika muncul hal-hal baru, dan sebagian orang memandang sinodalitas seolah-olah itu sebuah inovasi. Padahal bukan. Sinodalitas justru bertujuan mendorong Gereja semakin bergerak dalam menjalankan misinya

Tahap implementasi Sinode

Kardinal Mario Grech, Sekretaris Jenderal Sinode, menegaskan Gereja kini memasuki fase implementasi hasil Sinode tentang Sinodalitas yang telah disahkan Paus Fransiskus. Menurutnya, sinode tidak lagi hanya melibatkan para uskup, melainkan seluruh umat dipanggil ikut serta dalam perjalanan sinodal.

Satu tanda perubahan itu adalah penggantian nama lembaga: dari Sekretariat Jenderal Sinode Para Uskup menjadi Sekretariat Jenderal Sinode, sebagai penegasan keterlibatan umat secara luas.

Kita sekarang dalam fase implementasi

Kardinal Mario juga menyampaikan bahwa Gereja universal akan menggelar Sidang Gerejawi di Roma pada 2028. Seluruh keuskupan dan konferensi waligereja, termasuk FABC, diundang membagikan buah perjalanan sinodal yang telah dijalankan.

Konteks Asia dan praktik lokal

Sekretaris Eksekutif Kantor Sinodalitas FABC, Pastor Clarence Devadass, membuka sidang dengan refleksi tentang perubahan geopolitik, sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat Asia. Ia menekankan Gereja perlu memahami konteks lokal sebelum merancang arah misi.

Para uskup dan delegasi dari berbagai negara berbagi pengalaman konkret praktik sinodalitas di tingkat gereja lokal. Bentuk praktik yang dibagikan antara lain:

  • Mendengarkan umat
  • Membangun partisipasi
  • Menjalankan proses penegasan bersama (discernment)
  • Memperkuat misi Gereja di tengah masyarakat

Sidang Pleno XII dan tindak lanjut

Sidang Pleno XII FABC berlangsung hingga akhir pekan dengan agenda membahas sejumlah dokumen dan menyusun pesan akhir sidang. Dokumen-dokumen tersebut akan diselesaikan melalui pembahasan peserta sebelum ditindaklanjuti bersama Takhta Suci.

Sekitar pembahasan, peserta diharapkan tidak hanya berbicara tetapi juga mendengarkan pengalaman gereja lokal di Asia, sehingga kontribusi kawasan dapat memperkaya Gereja universal.

Implikasi: Dengan menempatkan sinodalitas sebagai jalan misi, FABC mendorong transformasi internal Gereja di Asia menuju keterbukaan, partisipasi umat, dan implementasi hasil Sinode dalam langkah konkret hingga Sidang Gerejawi 2028.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait