Dolar AS Menguat, Rupiah Anjlok ke Rp18.149 pada 8 Juni 2026
Nilai tukar rupiah melemah signifikan ke posisi Rp18.149 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, 8 Juni 2026, setelah dolar AS menguat tajam. Pelemahan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik.
Pembacaan pasar pagi ini
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat turun sekitar 0,63% atau setara 113 poin dari level penutupan akhir pekan sebelumnya. Sebelumnya pada Jumat, 5 Juni 2026, rupiah sempat menguat tipis 0,07% ke posisi Rp18.036 per dolar AS.
Pendorong: data pekerjaan AS
Data ketenagakerjaan AS untuk Mei 2026 menunjukkan tambahan pekerjaan non-pertanian sebesar 172.000, jauh melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran 85.000 pekerjaan baru. Hasil ini memperkuat imbal hasil obligasi dan membuat dolar AS menguat terhadap mata uang lain, termasuk rupiah.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam," kata Lukman Leong, analis pasar uang di Doo Financial Futures.
Dampak geopolitik dan harga minyak
Selain data tenaga kerja, perkembangan konflik di Timur Tengah turut memberi tekanan. Perseteruan antara AS dan Iran serta agresi Israel ke Lebanon mendorong kenaikan harga minyak global.
- Harga minyak Brent diperkirakan berada di sekitar USD95,49 per barel.
- Harga minyak WTI naik ke sekitar USD92,70 per barel.
Kenaikan harga minyak menambah sentimen risiko ke pasar negara berkembang yang mengandalkan impor energi, sehingga rupiah menjadi lebih rentan terhadap penguatan dolar.
Proyeksi pergerakan rupiah
Menurut analisis pasar, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp18.000–Rp18.100 per dolar AS dalam hari-hari mendatang. Indeks dolar AS juga tercatat sudah berada di level sekitar 100, menandakan tekanan yang berkelanjutan terhadap mata uang selain dolar.
Investor dan pelaku pasar akan memantau rilis data ekonomi lanjutan serta perkembangan geopolitik untuk menilai arah pasar selanjutnya. Pergerakan lanjutan rupiah akan sangat bergantung pada dinamika suku bunga AS, data ekonomi terbaru, dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...