DEM Aceh Dorong Percepatan Pengembangan Blok Andaman
Banda Aceh — Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh menggelar Seminar Nasional Peugah Haba Energi bertema “Membangun Kesepahaman di Tengah Polemik Pengembangan Blok Andaman” pada Jumat, 24 Juli 2026 di Waroeng Aceh Garuda, Tebet, Jakarta Selatan secara hybrid.
Seminar diikuti lebih dari 170 peserta, terdiri atas sekitar 100 peserta daring dan 74 peserta luring. Kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah strategis agar pengembangan Blok Andaman memberi manfaat ekonomi optimal bagi Aceh dan Indonesia.
Pembicara dan pesan utama
Acara menghadirkan Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA secara daring; Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Dr. Ir. Surya Darma, MBA; serta Founder DEM Aceh dan aktivis energi, Didi Supriadi, ST. Seminar dibuka oleh Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, dan dipandu oleh Awaf Wirajaya, Ketua Umum Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia (MKEI).
Pembicara menyampaikan perspektif regulator, akademisi, praktisi, dan generasi muda untuk mencari titik temu terkait pembahasan Plan of Development (PoD) Tahap I.
Pesan regulator dan akademisi
Kepala SKK Migas menekankan pentingnya menjaga kepastian investasi agar proyek strategis nasional berjalan sesuai target. Menurutnya, pengembangan Blok Andaman perlu segera dilanjutkan dengan mengacu pada kajian teknis dan keekonomian.
Dr. Surya Darma mengingatkan pengalaman Blok Masela yang hampir memakan waktu 26 tahun hingga terealisasi. Ia menilai gas lepas pantai Andaman merupakan aset strategis yang dapat memperkuat ketahanan energi dan menjadi jembatan menuju transisi energi lebih hijau.
Garis besar posisi DEM Aceh dan generasi muda
Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, menyatakan dukungan terhadap pengembangan Blok Andaman sebagai Proyek Strategis Nasional, dengan catatan harus memberi nilai tambah bagi Aceh melalui hilirisasi berbasis gas tanpa menghambat percepatan investasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, yang telah meluangkan waktu berdiskusi bersama kami. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen SKK Migas dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, khususnya generasi muda Aceh.”
Founder DEM Aceh, Didi Supriadi, menekankan bahwa PoD Tahap I adalah titik awal pengembangan, bukan garis akhir.
“PoD I bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengembangan Blok Andaman. Karena itu, strategi yang disusun hari ini harus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang Aceh, bukan hanya kepentingan jangka pendek.”
Rekomendasi strategis DEM Aceh
Sebagai hasil diskusi, DEM Aceh merumuskan lima rekomendasi strategis untuk mempercepat pengembangan dan memaksimalkan manfaat ekonomi:
- Mengalokasikan sebagian produksi gas Blok Andaman sebagai bahan baku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.
- Menyusun skema harga gas yang kompetitif melalui kontrak jangka panjang guna menarik investasi industri hilir.
- Menyiapkan Master Plan Industrialisasi Blok Andaman–KEK Arun.
- Membentuk forum koordinasi yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, BPMA, SKK Migas, kontraktor, pengelola KEK Arun, akademisi, dan pelaku usaha.
- Mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan vokasi, sertifikasi, dan pelatihan sesuai kebutuhan industri migas dan petrokimia.
Penutup: momentum kolaborasi
Moderator menilai diskusi menunjukkan semangat bersama membangun masa depan energi Aceh melalui dialog konstruktif. DEM Aceh berharap polemik pengembangan Blok Andaman menjadi momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat investasi berdasarkan kajian teknis terbaik, dan meletakkan fondasi hilirisasi industri berbasis gas demi kesejahteraan masyarakat Aceh.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...