Pasar Diprakirakan Fluktuatif Pekan Depan Imbas Konflik Geopolitik
Analis pasar memperkirakan pergerakan mata uang dan harga komoditas akan fluktuatif pekan depan karena eskalasi konflik geopolitik, kebijakan bank sentral AS, dan ancaman perang dagang. Pernyataan itu disampaikan Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi pada Minggu, 26 Juli 2026.
Sentimen pasar dan faktor pendorong
Ibrahim menyebut beberapa faktor utama yang akan menentukan arah pasar dalam beberapa hari ke depan. Konflik geopolitik yang memanas serta kebijakan tarif dagang dari AS menjadi sorotan. Selain itu, perhatian pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan.
Ia menegaskan bahwa perang dagang kembali mencuat setelah kebijakan tarif baru dari pemerintahan AS.
Sentimen pasar utamanya akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan bank sentral AS dan perang dagang
Perang dagang dan dampak geopolitik
Menurut Ibrahim, Presiden Trump mengumumkan pengenaan tarif tambahan 10–12,5 persen kepada 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Langkah ini terkait investigasi aturan ketenagakerjaan dan kerja paksa.
Sementara itu, ketegangan antara Iran dan AS serta konflik Rusia-Ukraina diperkirakan masih berlanjut. Kondisi ini berpotensi memperbesar risiko gangguan pasokan energi global.
Dampak harga minyak dan inflasi AS
Ibrahim menjelaskan AS mulai menahan serangan terhadap Iran setelah harga minyak hampir menyentuh USD100 per barel. Langkah itu didorong kekhawatiran dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap inflasi domestik.
Karena dampaknya ke harga avtur dan harga bensin di AS yang berdampak pada kenaikan harga makanan pokok
Pemerintah AS diyakini khawatir naiknya harga pangan dan inflasi tinggi, terutama menjelang pemilu sela.
Implikasi bagi pasar domestik dan APBN
Di Indonesia, kenaikan harga minyak berpotensi menekan kinerja APBN. Jika harga minyak global lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar USD83 per barel, kebutuhan dolar akan meningkat.
Kondisi ini bertepatan dengan musim pembagian dividen perusahaan pada semester kedua, yang berpotensi memperbesar kebutuhan dolar dan menekan nilai tukar rupiah.
Proyeksi nilai tukar dan komoditas
Berdasarkan analisis Ibrahim, pasar diperkirakan bergerak dalam rentang tertekan pekan depan. Beberapa proyeksi yang disebutkan adalah:
- Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali menembus Rp18.000 per USD.
- Indeks dolar AS diprakirakan bergerak di kisaran 100,4–102,4.
- Harga minyak acuan WTI diperkirakan sekitar USD82,6 per barel, dengan peluang menembus USD102,8 per barel.
- Harga emas dunia diperkirakan bergerak antara USD3.871–USD4.240 per troy ounce, setara sekitar Rp2,44–Rp2,74 juta per gram tergantung arah pergerakan global.
Kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan menjadi salah satu risiko utama. Ibrahim memperingatkan pasar bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi, atau bahkan menaikkan suku bunga.
Bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan bisa menaikkan suku bunga. Inilah yang dikhawatirkan pasar minggu depan
Pekan mendatang diperkirakan penuh ketidakpastian. Investor dan pelaku pasar direkomendasikan memantau perkembangan geopolitik, keputusan The Fed, serta data harga komoditas untuk menilai risiko yang mungkin mempengaruhi portofolio dan nilai tukar.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...