Tren Hidup Sehat Dorong Bisnis Herbal, Pelaku Bidik Outlet Komunitas
Kesadaran hidup sehat yang meningkat mendorong peluang besar bagi pelaku bisnis herbal. Pernyataan itu disampaikan Mumtazah Herlim Maretta, pemilik Hilyeon, saat berdialog di Pro 2 RRI Padang tentang peluang produk herbal di era modern. Ia melihat pandemi 2020–2022 menjadi momentum naiknya minat konsumen, dan kini menargetkan hadirnya outlet komunitas sebagai ruang edukasi dan penjualan.
Momentum pandemi dan pergeseran perilaku konsumen
Mumtazah menjelaskan permintaan melonjak kuat pada puncak pandemi. Selama 2020 sampai 2022, usaha miliknya mencatat lonjakan penjualan yang signifikan. Menurutnya, publik mencari produk yang membantu menjaga kesehatan secara preventif.
Kita puncaknya di 2020 sampai 2022. Itu puncak banget. Bahkan pernah dalam sehari penjualannya sampai 100 piece dalam sehari.
Perubahan ini menegaskan bahwa produk herbal punya ruang tumbuh bila kualitas dan inovasi terus dijaga.
Visi outlet komunitas sebagai strategi jangka panjang
Di luar pengembangan produk, Mumtazah mengusulkan konsep outlet yang bukan sekadar toko. Ia membayangkan sebuah kafe atau ruang berkumpul yang menjadi pusat komunitas pecinta gaya hidup sehat.
Saya punya visi, nanti akan punya sebuah outlet atau kafe yang menjadi sebuah komunitas yang datang ke sana. Karena tujuan awal saya membuat usaha ini adalah menyediakan makanan dan minuman yang praktis, membantu ibu-ibu rumah tangga yang sadar bahwa kita perlu makanan sehat.
Kehadiran outlet diharapkan memfasilitasi berbagi informasi, edukasi, serta memperkenalkan pilihan makanan dan minuman sehat yang praktis.
Peran regulasi dan data pasar
Data Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menunjukkan minat terhadap produk herbal dan suplemen terus berkembang. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
Strategi digital dan inovasi produk
Selain lokasi fisik, pelaku UMKM herbal memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Media sosial dan pemasaran online memberi kesempatan menjual tanpa batas wilayah. Inovasi kemasan dan varian produk juga menjadi kunci menarik konsumen muda.
Prospek dan langkah ke depan
Dengan tren gaya hidup sehat yang diprediksi bertahan, peluang bisnis produk herbal tetap terbuka lebar. Untuk mempertahankan daya saing, pelaku usaha perlu fokus pada tiga hal: kualitas produk, inovasi, dan kemampuan membangun komunitas yang aktif.
Ruang komunitas berbasis outlet kafe dapat menjadi model yang menggabungkan edukasi, pengalaman konsumen, dan saluran penjualan, sehingga memperkuat posisi produk herbal di pasar modern.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SID 2026: Sumut Ajak 10 Provinsi Perkuat Hilirisasi dan Pariwisata
Gubernur Sumut ajak 10 provinsi Sumatera bersinergi dalam hilirisasi dan pariwisata pada pembukaan SID 2026...
DEM Aceh Dorong Percepatan Pengembangan Blok Andaman
DEM Aceh gelar seminar nasional mendorong percepatan Blok Andaman, menekankan hilirisasi, kepastian investas...
Harga Emas Antam Naik, Grafik Kembali Hijau 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik ke Rp2.612.000/gram pada 25 Juli 2026; buyback tercatat Rp2.352.000/gram dan PPh 22 di...
Pasar Diprakirakan Fluktuatif Pekan Depan Imbas Konflik Geopolitik
Analis perkirakan pasar global dan rupiah fluktuatif pekan depan akibat eskalasi konflik geopolitik, kebijak...
Airlangga Dukung Kemitraan Farmasi untuk Kurangi Impor Obat
Menko Airlangga mendukung joint venture PT Tempo CTTQ untuk kembangkan biofarmasi, targetkan obat onkologi,...
IHSG Menguat 0,34% Pekan 20-24 Juli Meski Modal Asing Keluar
IHSG menguat 0,34% pekan 20-24 Juli ke 6.196, meski tercatat net sell asing Rp1,36 triliun; volume dan nilai...