126.326 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta di Daop 6 Yogyakarta
Daop 6 Yogyakarta melayani 126.326 wisatawan mancanegara (WNA) pada periode Januari–Juni 2026, meningkat 7% dibandingkan semester I 2025 yang tercatat 117.312 penumpang. Angka ini mencerminkan tren positif penggunaan kereta api oleh wisatawan asing di wilayah Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya serta berdampak pada pemulihan ekonomi sektor pariwisata.
Data penumpang WNA semester I 2026
Total volume penumpang WNA yang tercatat mencakup keberangkatan dan kedatangan di seluruh stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta. Pertumbuhan 7% tersebut menunjukkan naiknya preferensi moda rel dibandingkan periode sama tahun lalu.
Faktor peningkatan penggunaan kereta
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut beberapa faktor kunci di balik kenaikan itu. Menurut Feni, kenyamanan, kemudahan akses, dan integrasi layanan dengan destinasi unggulan menjadi alasan utama wisatawan memilih kereta.
"Kami melihat minat dari wisatawan asing terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa dalam memilih transportasi masal yang aman, nyaman dan terintegrasi. Hal ini menjadi indikator bahwa KAI adalah transportasi publik yang andal dan berstandar internasional yang semakin diminati khususnya warga negara asing,"
Feni menyampaikan pernyataan tersebut dalam rilis pada 25 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa posisi Daop 6 sebagai pintu gerbang ke beragam destinasi budaya dan alam memperkuat peran KAI dalam ekosistem pariwisata lokal.
Inisiatif layanan untuk wisatawan asing
KAI Daop 6 berkomitmen meningkatkan kualitas layanan yang mendukung wisatawan internasional. Program yang disebutkan meliputi pengembangan aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, penyediaan informasi wisata di stasiun, dan pelatihan frontliner dalam melayani penumpang asing.
Upaya ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara sektor transportasi dan pariwisata serta mendukung kebangkitan pariwisata nasional sekaligus memperbaiki citra transportasi publik Indonesia di mata internasional.
Enam stasiun teratas
Rilis menyebut ada enam stasiun KAI Daop 6 dengan volume keberangkatan dan kedatangan WNA tertinggi selama semester I 2026. Namun, nama dan rincian masing-masing stasiun tidak tercantum dalam rilis sehingga tidak dapat ditampilkan secara rinci.
Implikasi ke depan
Lonjakan penumpang asing pada semester pertama 2026 memberi sinyal kuat bahwa kereta api semakin menjadi pilihan moda transportasi bagi wisatawan internasional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika tren ini berlanjut, potensi peningkatan kunjungan dan dampak ekonomi lokal diperkirakan makin nyata, khususnya bagi industri perhotelan, kuliner, dan jasa pariwisata di sekitar stasiun.
Daop 6 menegaskan akan melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mempermudah akses ke destinasi unggulan dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi wisatawan internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SID 2026: Sumut Ajak 10 Provinsi Perkuat Hilirisasi dan Pariwisata
Gubernur Sumut ajak 10 provinsi Sumatera bersinergi dalam hilirisasi dan pariwisata pada pembukaan SID 2026...
DEM Aceh Dorong Percepatan Pengembangan Blok Andaman
DEM Aceh gelar seminar nasional mendorong percepatan Blok Andaman, menekankan hilirisasi, kepastian investas...
Harga Emas Antam Naik, Grafik Kembali Hijau 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik ke Rp2.612.000/gram pada 25 Juli 2026; buyback tercatat Rp2.352.000/gram dan PPh 22 di...
Pasar Diprakirakan Fluktuatif Pekan Depan Imbas Konflik Geopolitik
Analis perkirakan pasar global dan rupiah fluktuatif pekan depan akibat eskalasi konflik geopolitik, kebijak...
Airlangga Dukung Kemitraan Farmasi untuk Kurangi Impor Obat
Menko Airlangga mendukung joint venture PT Tempo CTTQ untuk kembangkan biofarmasi, targetkan obat onkologi,...
IHSG Menguat 0,34% Pekan 20-24 Juli Meski Modal Asing Keluar
IHSG menguat 0,34% pekan 20-24 Juli ke 6.196, meski tercatat net sell asing Rp1,36 triliun; volume dan nilai...