Indonesia Jadi Pendiri WAICO Bersama China, 29 Negara Ikut
Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama kecerdasan buatan yang diinisiasi di Shanghai, China. Keputusan ini diumumkan baru-baru ini dan diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Langkah tersebut memberi Indonesia peluang terlibat sejak awal dalam penyusunan standar dan kebijakan AI di level internasional.
Peran Indonesia sebagai pendiri
Pemerintah menyatakan status pendiri memungkinkan Indonesia ikut membahas arah tata kelola, interoperabilitas, dan kerja sama penelitian AI. Airlangga menyampaikan bahwa ikut serta merupakan bagian strategi untuk memperkuat pengaruh kebijakan teknologi Indonesia di forum global. Keikutsertaan ini juga dimaksudkan untuk membuka akses kolaborasi dan peluang investasi di sektor ekonomi digital.
Siapa saja pendiri dan perwakilan ASEAN
Indonesia bergabung bersama 28 negara lain sehingga total ada 29 negara pendiri WAICO. Dari kawasan ASEAN, terdapat lima negara yang menjadi anggota pendiri.
- Indonesia
- Malaysia
- Kamboja
- Laos
- Myanmar
Keberagaman anggota pendiri menunjukkan minat luas untuk membangun platform kerja sama AI lintas benua.
Dampak pada ekonomi digital, riset, dan SDM
Pemerintah menilai partisipasi di WAICO akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi digital. Keikutsertaan juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset, inovasi, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan keterlibatan awal, Indonesia dapat ikut merumuskan prioritas kerja sama yang relevan bagi kebutuhan nasional.
Posisi politik luar negeri
Meski inisiatif WAICO diprakarsai di China, pemerintah menegaskan bahwa keikutsertaan bukan berarti keberpihakan terhadap blok geopolitik tertentu. Airlangga menekankan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif dan memandang kerja sama AI sebagai upaya memperluas jaringan kolaborasi global untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Ke depan, langkah ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk memengaruhi standar internasional AI dan memperkuat ekosistem digital domestik. Pemerintah diharapkan segera mengidentifikasi program kerja prioritas di WAICO yang sejalan dengan target pembangunan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...