Lokal

Rumdis Wabup Deliserdang Diduga Ditembak, Polisi Masih Selidiki

Bagikan:
Mobil INAFIS di rumah dinas Wabup Deliserdang saat olah TKP

Deliserdang — Rumah dinas Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo, di komplek perkantoran Pemkab Deliserdang diduga ditembak Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Minggu (14/6). Kejadian terungkap saat ditemukan pecahan kaca di jendela yang bersebelahan langsung dengan kamar pribadi Wabup. Polresta Deliserdang melakukan olah TKP pada Senin (15/6) malam dan belum memastikan penyebab pecahnya kaca.

Kronologi singkat

Pemilik rumah, Wabup Lom Lom, mengetahui kejadian sekitar pukul 22.00 WIB saat pulang dari kegiatan pesta rakyat di Kecamatan STM Hulu. Ia menemukan dua pecahan kaca besar di lantai dekat jendela kamar tidurnya. Sampai saat ini belum ditemukan proyektil atau barang bukti mirip peluru di lokasi.

Keterangan Wakil Bupati

Wabup Lom Lom menyatakan dugaan awal bahwa kaca rumah dinasnya ditembak dari luar. Lokasi pecahan kaca terletak bersebelahan langsung dengan tempat tidurnya, sehingga ia merasa khawatir akan motif kejadian.

"Praduga adalah ditembak dari luar," kata Wabup Lom Lom kepada wartawan saat mendampingi proses olah TKP.

Ia juga menjelaskan langkah awal yang diambil setelah menemukan pecahan kaca. Pertama, ia memberi tahu istrinya yang sedang melaksanakan ibadah haji, kemudian melaporkannya kepada kepala bagian rumah tangga rumah dinas. Wabup menilai kemungkinan peluru nyasar kecil karena area rumah dinas dikelilingi tembok setinggi sekitar 2,5 meter.

Proses penyidikan

Pihak kepolisian, melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang, memimpin olah TKP yang melibatkan Tim INAFIS Polresta Deliserdang. Tim melakukan pemeriksaan visual di lokasi dan mencari bukti apakah kaca pecah akibat tembakan atau faktor lain.

Hingga laporan terakhir, polisi belum memastikan penyebab pasti pecahnya kaca, apakah akibat tembakan atau insiden lain. Penyidikan masih berlanjut untuk mencari bukti dan saksi pendukung.

Implikasi dan harapan

Wabup Lom Lom mengutarakan kekhawatiran soal kemungkinan tindakan intimidasi terhadap pejabat daerah. Ia berharap penyidikan cepat menghasilkan kejelasan agar potensi ancaman tidak berlarut-larut.

"Harapannya saya, ini perlu kita dalami dan kita cari agar perlakuan intimidasi ini jangan berlarut-larut," ujar Lom Lom.

Kasus ini menjadi perhatian aparat keamanan setempat karena melibatkan tempat tinggal seorang wakil bupati. Hasil pemeriksaan forensik dan temuan INAFIS akan menentukan langkah penyidikan berikutnya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait