Kemenbud Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari untuk Perkuat Literasi
Kementerian Kebudayaan meresmikan Rumah Sastra dan Perpustakaan Ahmad Tohari di Banyumas pada Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai bagian dari program revitalisasi sarana kebudayaan nasional. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem kebudayaan dan ruang literasi demi meningkatkan minat baca serta pelestarian budaya lokal.
Revitalisasi sarana budaya: cakupan dan tujuan
Kementerian menyatakan bahwa hingga kini telah melakukan 159 revitalisasi sarana dan prasarana kebudayaan di berbagai wilayah. Program meliputi situs cagar budaya, kantor kebudayaan, dan pusat literasi.
Revitalisasi dirancang menjadi ruang belajar dan berkarya. Targetnya adalah menggerakkan generasi muda agar aktif dalam aktivitas kebudayaan yang berkelanjutan.
Peresmian Rumah Sastra Ahmad Tohari
Rumah Sastra dan Perpustakaan Ahmad Tohari dibuka untuk umum dengan harapan menjadi pusat literasi yang hidup. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat berkumpul lintas generasi dan wadah pengembangan karya sastra lokal.
"Rumah Sastra Ahmad Tohari ini kami harapkan menjadi pusat literasi yang menginspirasi. Menjadi rumah baca yang hidup dan diramaikan oleh anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum,"
Komentar tersebut menegaskan fokus pemerintah pada penguatan budaya berbasis literasi dan pemberdayaan masyarakat melalui akses bacaan dan kegiatan kebudayaan.
Kekayaan budaya Banyumas
Pemerintah menilai Banyumas memiliki ragam budaya yang lengkap dan khas. Di antara yang disebutkan adalah karya-karya Ahmad Tohari serta bahasa ngapak.
- Ebeg (kesenian tradisional)
- Calung (musik bambu)
- Mendoan (kuliner khas)
Semua unsur ini dinilai layak dipromosikan sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional yang patut dibanggakan.
Tanggapan pengelola
Sastrawan Ahmad Tohari menyampaikan apresiasi atas dukungan revitalisasi yang diterima. Ia melihat peningkatan kunjungan dan aktivitas diskusi lintas generasi di perpustakaan yang dikelolanya.
"Kami bersyukur perpustakaan ini semakin ramai dikunjungi. Banyak diskusi lintas generasi juga tumbuh dan berkembang melalui ruang literasi yang kami kelola,"
Implikasi dan langkah ke depan
Peresmian ini memperkuat upaya nasional memperluas akses budaya dan literasi. Ke depan, fokus program diperkirakan akan terus diarahkan pada pemeliharaan fasilitas, pengembangan program edukasi, dan keterlibatan komunitas lokal agar manfaat revitalisasi berkelanjutan.
Dengan hadirnya Rumah Sastra Ahmad Tohari, pemerintah berharap terjadi peningkatan minat baca dan tumbuhnya ekosistem kreatif di tingkat daerah yang turut memperkaya khazanah budaya Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Negara Sukses Harus Berani Akui Kekurangan
Prabowo: keberhasilan negara ditentukan oleh keberanian mengakui kekurangan dan mencari solusi bersama, ujar...
Pemerintah Susun Jumlah BUMN, Target Disederhanakan ke 250
Pemerintah akan menyederhanakan BUMN dari lebih seribu ke sekitar 250 perusahaan untuk efisiensi anggaran da...
Bendungan Bulango Ulu Perkuat Swasembada Pangan
Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo mendekati rampung dan diproyeksikan memperkuat swasembada pangan lewat pa...
Wamendagri Tinjau Pelayanan Publik di PLBN Motaain
Wamendagri Bima Arya meninjau PLBN Motaain pada 28 Juni 2026 untuk memastikan layanan publik dan pengelolaan...
Prabowo Ingin Pertemuan Guru Besar Digelar Setiap Bulan
Presiden Prabowo minta pertemuan rutin dengan guru besar digelar setiap bulan untuk mendapat masukan ilmiah...
Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
Presiden Perintahkan anggaran riset naik jadi Rp4 triliun; Kemendiktisaintek, Bappenas, dan BRIN diminta sus...