Wamen Ekraf Dorong Ruang Komunitas Literasi Jadi Motor bagi Anak
ruang komunitas literasi mendapat dorongan dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat mengunjungi Teras Aksara di Bekasi, Jumat, 19 Juni 2026. Kunjungan ini menegaskan komitmen Kemenparekraf untuk memperkuat ruang komunitas kreatif sebagai sarana peningkatan literasi dan pendidikan anak di luar sekolah.
Ruang komunitas literasi menjadi fokus utama karena dinilai efektif memperluas akses pendidikan nonformal berkualitas. Irene meninjau aktivitas pembelajaran berbasis komunitas dan menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memperbesar dampak program.
Kunjungan dan peninjauan
Irene Umar meninjau langsung aktivitas di Teras Aksara, memantau metode belajar yang interaktif dan partisipatif. Ia menilai model komunitas ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan mendorong kreativitas generasi muda.
Kegiatan edukatif dan kolaborasi
Selama kunjungan, kegiatan diisi dengan sesi belajar interaktif dan pameran karya anak. Beberapa kegiatan utama antara lain:
- “Belajar Lewat Bermain” bersama Asosiasi Pegiat Industri Boardgame Indonesia (APIBGI) yang memperkenalkan board game lokal sebagai media pembelajaran.
- Pameran Museum Mimpi Anak yang menampilkan karya kreatif siswa.
Irene menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan pelaku industri kreatif akan mempercepat pemerataan akses pendidikan nonformal berkualitas di seluruh daerah.
Teras Aksara: sejarah dan misi
Teras Aksara berdiri sejak 2003 dan konsisten menjalankan program belajar gratis. Pendiri Teras Aksara, Sri Suryandari, menyatakan bahwa tujuan utama adalah memberi manfaat nyata bagi masa depan anak-anak melalui kegiatan edukatif dan kreatif.
"Selama puluhan tahun, apa yang kami upayakan di sini demi memberikan manfaat nyata bagi masa depan anak-anak," ujar Sri Suryandari.
"Kami percaya kolaborasi pemerintah, komunitas literasi, dan pelaku industri kreatif mempercepat pemerataan akses pendidikan nonformal berkualitas di Indonesia," ujar Irene Umar.
Dampak dan langkah ke depan
Langkah selanjutnya yang disarankan adalah memperluas jejaring ruang komunitas literasi, meningkatkan pelatihan fasilitator, dan mendukung produksi media pembelajaran lokal. Jika dukungan lintas sektor terus berjalan, akses pendidikan nonformal yang inklusif dan berkualitas diperkirakan akan meningkat.
Kesimpulannya, kunjungan Wamen Ekraf ke Teras Aksara memberi momentum untuk memperkuat peran komunitas dalam literasi anak. Upaya serupa diperlukan di berbagai daerah untuk menyiapkan anak-anak menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan kreatif dan kemampuan beradaptasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...