Program Makan Bergizi Gratis: APPMBGI Serukan Jangan Dipolitisasi
Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan APPMBGI yang meminta semua pihak tidak mempolitisasi program itu karena menyangkut masa depan jutaan anak. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Program Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026, saat menanggapi polemik dan evaluasi kebijakan.
APPMBGI minta jangan dipolitisasi
Program Makan Bergizi Gratis menurut Abdul adalah prioritas nasional yang harus dijaga objektivitasnya. Ia menegaskan program tidak sepatutnya dijadikan alat politik karena menyangkut kepentingan generasi penerus bangsa.
“Kami meminta kepada semua pihak agar selama masa transisi dan perbaikan ini, jangan ada yang mempolitisir isu MBG untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Program ini terlalu penting untuk masa depan anak-anak bangsa dan tidak boleh dijadikan alat politik,”
Evaluasi dan moratorium sebagai momentum perbaikan
Abdul menyatakan evaluasi dan moratorium Program Makan Bergizi Gratis perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan. Proses perbaikan, tambahnya, harus dilaksanakan tanpa merugikan mitra dan investor yang telah berkontribusi.
“Kami berharap hasil evaluasi melahirkan kebijakan lebih matang tanpa membebankan kerugian sepihak kepada mitra dan investor. Termasuk pengelola SPPG yang selama ini menunjukkan komitmen dan kinerja baik dalam menjalankan program MBG,”
Dorongan dialog dengan Badan Gizi Nasional
APPMBGI mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memperintens komunikasi dan dialog dengan seluruh mitra pelaksana. Menurut Abdul, keterlibatan pemangku kepentingan penting agar perbaikan tata kelola berjalan berkelanjutan dan kebijakan lebih presisi.
“Kami berharap BGN lebih intensif berdialog dan berkomunikasi dengan seluruh mitra serta pemangku kepentingan MBG. Melalui komunikasi terbuka, keputusan yang diambil dapat lebih presisi, adil, dan menguntungkan semua pihak terkait,”
Siap menjadi mitra konstruktif
APPMBGI menegaskan kesiapannya untuk menjadi mitra konstruktif pemerintah dan BGN dalam memperbaiki pelaksanaan program. Mereka menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar manfaat gizi optimal dapat dirasakan anak-anak penerima.
Dengan pendekatan dialogis dan evaluasi berbasis data, APPMBGI berharap perbaikan kebijakan MBG dapat menjaga keberlanjutan layanan tanpa mengorbankan pihak-pihak yang telah bekerja keras. Ke depan, fokus utama tetap pada pemenuhan gizi anak sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Waspadai Kejahatan Siber: Tips Agar HP Tidak Dibajak dan Rekening Aman
Kejahatan siber meningkat; NSA dan OJK memberikan langkah praktis untuk mencegah pembajakan ponsel dan melin...
BMKG Minta Hemat Air Hadapi El Nino 2026
BMKG mengimbau hemat air karena El Nino 2026 diperkirakan memperpanjang musim kemarau, meningkatkan risiko k...
Penguatan Pembinaan Warga Binaan di Lapas Majalengka
Ateng Sutisna mendorong penguatan pembinaan warga binaan saat kunjungan ke Lapas Kelas IIB Majalengka, menye...
UMKM 5K Run: Kampanye Produk Olahraga Lokal di Jakarta
UMKM 5K Run digelar 21 Juni 2026 di Jakarta untuk mempromosikan produk olahraga lokal; 1.200 peserta dan 100...
Kapolri Ziarah Makam Gus Dur Jelang Hari Bhayangkara
Kapolri ziarah makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, pada 20 Juni 2026. Kunjungan ini bagian rangkaian Hari B...
Kompetisi Setkab Gengs Asah Berpikir Kritis dan Inovasi
Kompetisi Setkab Gengs digelar Sekretariat Kabinet untuk mengasah berpikir kritis dan menumbuhkan budaya ino...