RS PELNI Perkuat Kapabilitas Lewat Kolaborasi Digital dan AI
PT Rumah Sakit Pelni (RS PELNI) memperkuat kapabilitas manajemen rumah sakit dengan mengikuti ICL Management Training 2026, program internasional yang mengangkat topik digital health, artificial intelligence (AI), tata kelola, dan value-based care. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan akademisi serta praktisi dari Imperial College London.
Tujuan dan urgensi pelatihan
Kepala rumah sakit memandang kolaborasi internasional penting untuk mempercepat transfer pengetahuan. Pelatihan ditujukan untuk membangun kesiapan organisasi, kepemimpinan, dan tata kelola, selain investasi pada teknologi.
"Kolaborasi dengan institusi bertaraf internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan mempercepat transfer pengetahuan bagi para pengelola rumah sakit di Indonesia. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan layanan kesehatan," ujar dr. Otto Berhen Kawanda.
Materi dan metode pembelajaran
Selama pelatihan, peserta menerima pembekalan dari akademisi dan praktisi Imperial College London. Materi disusun untuk memberi pemahaman strategis dan praktis yang langsung dapat diterapkan di fasilitas layanan kesehatan.
- Health systems
- Health economics
- Quality improvement
- Digital health dan pemanfaatan AI dalam sistem kesehatan
- Implementasi value-based care
Program dilengkapi sesi diskusi, workshop, studi kasus, serta kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan untuk melihat penerapan teknologi dan tata kelola secara langsung.
Peserta dan representasi instansi
Peserta datang dari berbagai rumah sakit dan instansi pemerintah. Kehadiran perwakilan kementerian dan pimpinan rumah sakit menunjukkan fokus pada penguatan sistem layanan kesehatan nasional.
- Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer (perwakilan pemerintah)
- Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan
- Kepala Pusat Kebijakan Sistem Sumber Daya Kesehatan di BKPK
Beberapa rumah sakit yang ikut serta antara lain:
- RSUPN Cipto Mangunkusumo
- RS Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo
- RSUP Prof. Dr. Ngoerah
- RSUP Ben Mboi Kupang
- RSUD Ulin Banjarmasin
- RS Universitas Hasanuddin
- Awal Bros Hospital Group dan beberapa grup rumah sakit swasta lainnya
Dampak yang diharapkan
RS PELNI menekankan bahwa transformasi harus memberikan manfaat nyata bagi pasien. Teknologi dan AI diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas tenaga kesehatan dan kualitas layanan.
"Pada akhirnya, tujuan dari setiap transformasi yang dilakukan rumah sakit adalah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pasien. Teknologi, digitalisasi, maupun artificial intelligence harus menjadi enabler yang membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," kata dr. Otto Berhen Kawanda.
Pelatihan internasional ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi dan praktik tata kelola yang dapat diadaptasi di berbagai rumah sakit di Indonesia. Implementasi hasil pembelajaran menjadi langkah berikutnya untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih terukur dan berfokus pada pasien.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...
Suntikan Rp20 Triliun untuk BPJS: 6 Catatan Fahira Idris
Fahira Idris menyambut suntikan Rp20 triliun untuk BPJS, namun memberi enam catatan agar dana memperkuat ket...