Kemkomdigi Percepat Roadmap 5G untuk Dukung Ekonomi AI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat roadmap jaringan 5G di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, pada forum Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Percepatan dilakukan untuk menyesuaikan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan ekonomi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Target percepatan dan cakupan
Kemkomdigi menargetkan percepatan perluasan jaringan 5G dapat terealisasi pada tahun 2029. Pemerintah berharap cakupan tidak hanya di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah pelosok. Menurut Ismail, percepatan ini bertujuan agar infrastruktur digital mampu mengimbangi laju adopsi AI di berbagai sektor ekonomi.
"Roadmap 5G harus kita percepat. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut,"
Fondasi infrastruktur: serat optik nasional
Ismail menekankan bahwa upaya perluasan 5G dibangun di atas fondasi yang sudah ada. Indonesia telah memiliki lebih dari satu juta kilometer jaringan serat optik nasional. Kondisi ini dianggap sebagai modal penting untuk memperluas jangkauan dan kapasitas layanan 5G di seluruh wilayah.
Fokus peningkatan keterampilan digital
Selain memperluas jaringan, Kemkomdigi mengarahkan perhatian pada penguatan keterampilan digital. Upaya ini ditujukan untuk memastikan generasi penerus bangsa dapat memanfaatkan layanan digital dan teknologi AI secara efektif. Ismail menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan sekadar membangun jaringan dasar, melainkan menyiapkan ekosistem digital yang produktif.
"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI,"
Implikasi bagi ekonomi digital
Percepatan roadmap 5G diharapkan mendorong transformasi layanan publik dan sektor swasta. Dengan konektivitas yang lebih cepat dan latensi rendah, adopsi aplikasi berbasis AI—seperti otomatisasi industri, layanan kesehatan digital, dan pendidikan jarak jauh—akan lebih mudah diimplementasikan. Kemkomdigi memposisikan percepatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional di era ekonomi digital.
Dengan target capaian pada 2029 dan dukungan jaringan serat optik yang luas, Kemkomdigi optimistis perluasan 5G dapat terlaksana tanpa kendala berarti, sambil terus menyiapkan sumber daya manusia yang siap memanfaatkan peluang ekonomi berbasis AI.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wapres Gibran Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh
Wapres Gibran kunjungi Aceh 6 Agustus 2026 dan pastikan percepatan pemulihan pascabencana, fokus infrastrukt...
Menperin: 3 Arahan Perkuat Ekosistem Startup Nasional
Menteri Perindustrian beri tiga arahan untuk memperkuat ekosistem startup: pasar domestik, kualitas investas...
Menkes Prihatin Hujatan terhadap Pasien BPJS, Serukan Empati
Menkes Budi Gunadi prihatin atas hujatan terhadap pasien BPJS Yurizal; ia menyerukan empati dan profesionali...
Keanekaragaman Hayati Jadi Kekayaan Utama Indonesia
Riki Frindos sebut keanekaragaman hayati sebagai 'tambang emas' yang sering diabaikan; Menteri Jumhur: hilan...
Martha Christina Tiahahu: Srikandi Remaja Perang Pattimura
Martha Christina Tiahahu, pahlawan muda Maluku, berjuang dalam Perang Pattimura 1817 dan dikenang sebagai si...
ESDM Tambah PNBP Rp20,98 Miliar dari Lelang Batubara
ESDM menambah PNBP Rp20,98 miliar dari lelang batubara hasil penegakan hukum; pemenang wajib selesaikan peng...