Alfarisi Kupas Riset Buku 'Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma'
Alfarisi Thalib mengurai proses riset dan penulisan buku Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma, yang riset awalnya dimulai jelang Pilpres 2024 dan penulisan serius berlangsung pada awal 2025. Buku itu diluncurkan di Gedung ICMI Center, Jakarta Selatan, pada 20 Juni 2026. Tujuan riset adalah memahami bagaimana algoritma memengaruhi penyebaran informasi dan perilaku pengguna media sosial selama periode politik. Proses kerja dilakukan bersama rekan penulis melalui pembacaan referensi dan pengamatan dinamika digital.
Awal riset dan proses penulisan
Alfarisi mengatakan pengamatan lapangan dimulai sekitar satu bulan sebelum hari pemungutan suara Pilpres 2024. Namun, penulisan yang konsisten baru berjalan pada awal 2025 setelah keduanya menyepakati fokus penelitian.
Kami riset itu persis jelang pemilu presiden, sekitar sebulan sebelum pemilihan presiden itu kita mulai riset. Cuman kami mulai serius menulis secara konsisten dan fokus itu awal tahun 2025.
Metode penelitian lebih bersifat kualitatif dan studi literatur, menelaah perkembangan algoritma dan pola komunikasi politik yang muncul di ruang digital.
Perubahan judul dan latar akademik penulis
Judul awal karya ini sempat menggunakan istilah Kuasa Algoritma. Namun, pertimbangan latar belakang akademik mendorong perubahan agar cakupan studi lebih sesuai.
Kami sempat menggunakan judul Kuasa Algoritma, tapi kemudian kami sadar kami bukan ahli teknologi. Saya kebetulan berlatar belakang ilmu politik, sahabat saya itu latar belakang ilmu komunikasi.
Alfarisi menjelaskan kolaborasi antara keilmuan politik dan komunikasi membuat fokus buku lebih menekankan interaksi antara algoritma dan perilaku politik publik.
Temuan utama dan implikasi bagi demokrasi
Riset menemukan bahwa dinamika politik menjelang Pilpres 2024 memperlihatkan kesulitan publik membedakan informasi asli dan palsu. Hal ini menjadi alasan utama penyusunan buku guna memberi kerangka analisis terhadap fenomena tersebut.
Rekan penulis, Liza Fitriani Nurkholis, menyoroti adaptasi strategi komunikasi politik di era digital yang menyerupai praktik kreator konten untuk meraih atensi.
Politik saat ini semakin dekat dengan industri atensi yang mengutamakan perhatian publik melalui berbagai platform digital. Banyak politisi berlomba mencari perhatian netizen dengan strategi komunikasi yang menyerupai kreator konten.
Liza menekankan potensi dampak negatif jika fenomena ini tidak dikritisi, antara lain penurunan kualitas deliberasi publik dan meningkatnya potensi manipulasi opini.
- Menurunnya kualitas deliberasi publik
- Meningkatnya manipulasi opini di ruang digital
Kesimpulan dan prospek ke depan
Buku ini menghadirkan kajian yang mengaitkan algoritma dengan praktik komunikasi politik dan mengajak pembaca memperkuat literasi digital. Penulis berharap riset ini mendorong penelitian lanjutan dan penguatan kemampuan publik membedakan informasi dalam kontestasi politik mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...