Revitalisasi Sekolah Dongkrak Mutu dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'tirevitalisasi sekolah bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong ekonomi lokal. Pernyataan itu disampaikan pada 27 Juni 2026, saat menyinggung hasil revitalisasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Program ini disebut sebagai prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Dampak nyata di SDN 05 Pontianak Timur
Salah satu contoh konkret perubahan terlihat di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur. Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sudah tua dan fasilitas pembelajaran terbatas sehingga menghambat proses belajar mengajar. Setelah direnovasi, kepala sekolah melaporkan peningkatan antusiasme siswa dan kenyamanan kerja guru.
"Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa,"
Perbaikan fasilitas juga berdampak pada lingkungan sekitar. Aktivitas pembangunan dan kebutuhan operasional sekolah membuka peluang usaha bagi pedagang lokal dan penyedia jasa.
Cakupan program dan target di Pontianak
Pemerintah kota Pontianak bersama pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah. Revitalisasi pusat menjangkau 15 sekolah pada 2025 dan lanjutan 12 sekolah pada 2026, sehingga total 27 sekolah telah menerima program ini di Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menargetkan pada 2029 sekitar 95 persen sarana-prasarana sekolah negeri dalam kota berada dalam kondisi baik dan representatif. Target tersebut disusun untuk mempercepat perbaikan mutu belajar dan kesiapan infrastruktur berbasis digital.
Sinergi pusat-daerah dan prospek ke depan
Abdul Mu'ti menekankan revitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul. Sinergi antara pusat dan daerah dinilai krusial untuk memperluas jangkauan dan memperkuat kualitas pelaksanaan.
"Revitalisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, lingkungan pendidikan yang nyaman,"
Selain memperbaiki fisik sekolah, upaya berikutnya difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pemanfaatan teknologi. Jika berkelanjutan, program ini berpotensi meningkatkan hasil belajar dan menggairahkan ekonomi lokal di sekitar sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...