Wakapolri Resmikan Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri pada Kamis, 2 Juli 2026. Peresmian ini bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 dan bertujuan mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan peserta didik kepolisian.
Tujuan revitalisasi
Revitalisasi dilakukan bukan sekadar memperbaiki bangunan. Pekerjaan ini diarahkan untuk menghidupkan kembali masjid sebagai ruang pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pengembangan ilmu.
Dengan demikian, masjid diharapkan menjadi pusat pembentukan karakter serta wadah praktik nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat bagi para calon pemimpin Polri.
Pendidikan karakter dan spiritual
Wakapolri menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kualitas lahir dari proses panjang, niat yang tulus, dan ikhtiar konsisten.
Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT
Dia juga menekankan pentingnya memadukan kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual dalam pendidikan kepolisian. Revitalisasi masjid menjadi bagian dari upaya itu, agar nilai-nilai keagamaan hidup berdampingan dengan pembelajaran profesional.
Kriteria pemimpin baru Polri
Menurut Wakapolri, masjid pendidikan harus melahirkan pemimpin yang unggul dan berintegritas. Bekal spiritual dan kepedulian kepada masyarakat menjadi modal penting menghadapi tantangan tugas kepolisian.
Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat
Dia juga mengajak peserta didik Sespim menginternalisasikan semangat Impossible is Nothing dalam pengabdian. Semangat itu tercermin dari kegigihan seluruh personel, termasuk penyandang disabilitas, dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Langkah reformasi pendidikan Polri
Wakapolri menegaskan reformasi pendidikan kepolisian terus berjalan melalui pembaruan berkelanjutan. Langkah yang disebut meliputi penerapan meritokrasi, pembentukan talent pool, penyempurnaan kurikulum, dan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital.
Perubahan ini dimaksudkan agar proses pendidikan selaras dengan tuntutan tugas modern dan harapan masyarakat terhadap profesionalisme Polri.
Kuliah umum dan makna nama masjid
Peresmian juga diisi kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia mengapresiasi upaya penguatan dimensi spiritual di lingkungan pendidikan kepolisian.
Aang menjelaskan nama Panggilan Sujud mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap waktu, umur, dan amal selama hidup. Ia berharap masjid menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, dan ruang diskusi untuk membentuk pribadi berkualitas.
Dampak dan prospek
Melalui revitalisasi ini, Polri menegaskan bahwa transformasi kelembagaan tidak hanya soal modernisasi teknologi dan organisasi. Penguatan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan berintegritas menjadi fondasi utama membangun kepercayaan publik.
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud diharapkan berkelanjutan dan berdampak nyata dalam pembinaan generasi pemimpin Polri di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Guru PPPK di Daerah 3T Diprioritaskan Ikut Seleksi PNS
DPR minta guru PPPK di daerah 3T diprioritaskan ikut seleksi PNS 2027 sebagai bentuk penghargaan dan upaya m...
MenHAM: Pelayanan Pemerintahan untuk Papua Gratis, Stop Bawa Uang ke Jakarta
MenHAM Natalius Pigai menegaskan pelayanan administrasi dan pembangunan Papua di pemerintah pusat gratis; ia...
Wamentrans: Calon Transmigran Wajib Ikut Pelatihan Keterampilan
Wamentrans Viva Yoga menegaskan calon transmigran wajib menjalani verifikasi, pelatihan, dan pendidikan tekn...
KLH Hentikan Pembuangan Limbah Ilegal di Empat Lokasi Sungai Cileungsi
KLH menghentikan pembuangan limbah ilegal di empat lokasi sepanjang Sungai Cileungsi dan memasang papan peri...
Polri Kirim 2,1 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Polri mengirim 2.102 kg logistik dari Surabaya ke Labuan Bajo pada 20 Agustus 2026 untuk korban gempa NTT, m...
Pembiayaan UMKM: Dari Kuantitas ke Produktivitas
Fauzi Hariri: besarnya pembiayaan UMKM belum tentu meningkatkan produktivitas; fokus harus memastikan dana b...