Nasional

Bakom: Sistem Kelistrikan Jawa-Bali Sudah Pulih

Bagikan:
Ilustrasi jaringan transmisi dan gardu listrik di Jawa-Bali saat pemulihan pasokan

Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom)

Pemulihan dan kondisi saat ini

Pemerintah dan PT PLN menyatakan pasokan listrik Jawa-Bali kini dalam kondisi normal dan stabil. Pemulihan dilakukan secara responsif untuk meminimalkan gangguan pada aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Kestabilan pasokan listrik dinilai krusial untuk mendukung layanan publik, industri, dan kepercayaan investor.

"Gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi. Termasuk layanan publik, dan kepercayaan investor,"

Capaian elektrifikasi nasional

Selain memastikan pemulihan Jawa-Bali, Bakom menyoroti capaian akses listrik di tingkat nasional. Berdasarkan data resmi PLN per 29 Juni 2026, sebanyak 1,94 juta rumah tangga telah memperoleh akses listrik baru.

Angka tersebut mendorong rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,83 persen pada triwulan I 2026. Pemerintah menilai capaian itu menggambarkan komitmen memperluas akses energi sampai ke daerah pelosok.

"Berdasarkan data resmi PLN per 29 Juni 2026, sebanyak 1,94 juta rumah tangga telah mendapatkan akses listrik. Hingga triwulan 1 2026 ini, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen,"

Langkah mitigasi dan koordinasi

M. Qodari menyebutkan pemerintah melalui Kementerian ESDM terus memperkuat koordinasi dengan PLN untuk menjaga stabilitas sistem ketenagalistrikan. Beberapa langkah yang ditempuh antara lain:

  • Penguatan pengelolaan rantai pasok energi primer.
  • Optimalisasi pemanfaatan pembangkit listrik yang ada.
  • Percepatan penyelesaian pemeliharaan pembangkit utama.

"Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap setiap gangguan yang terjadi. Selain itu juga memastikan pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan transparan,"

Dampak dan prospek ke depan

Pemulihan sistem kelistrikan di Jawa-Bali dipandang penting untuk memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu. Pemerintah menegaskan stabilitas pasokan akan tetap menjadi prioritas melalui penguatan koordinasi, mitigasi risiko, dan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

Ke depan, fokus akan tetap pada pencegahan gangguan berulang dan memperluas akses listrik bagi rumah tangga yang belum terlayani.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait