Lukashenko Hadiahi Presiden Prabowo Pulpen Emas saat Kunjungan Kenegaraan
Presiden Belarus Alexander Lukashenko menghadiahkan sebuah pulpen emas kepada Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Penyerahan berlangsung usai prosesi penyambutan dan pencatatan di buku tamu kenegaraan, menjadi simbol hangat hubungan bilateral kedua negara.
Penyerahan dan suasana awal kunjungan
Pantauan di lokasi menunjukkan momen penyerahan terjadi setelah Presiden Lukashenko mengisi buku tamu di Ruang Kredensial. Kedua pemimpin lalu berfoto bersama sebelum melanjutkan ke ruang pertemuan.
Suasana terlihat akrab; Prabowo dan Lukashenko berjabat tangan erat serta berpelukan hangat saat bertemu, menandai nuansa persahabatan dalam kunjungan ini.
Prosesi penyambutan kenegaraan
Presiden Lukashenko tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 11.23 WIB dan disambut dalam upacara resmi. Acara menghadirkan tarian tradisional Enggang dari Kalimantan Timur dan barisan pelajar yang melambaikan bendera Indonesia dan Belarus.
Upacara diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Belarus, My Biełarusy, serta lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Prosesi penghormatan disertai dentuman 21 kali meriam salvo sebagai penghormatan kenegaraan.
Inspeksi pasukan dan perkenalan delegasi
Usai upacara, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan. Mereka kemudian saling memperkenalkan delegasi masing-masing sebelum memulai rangkaian pertemuan bilateral di Istana Merdeka.
Agenda pembahasan kerja sama
Kunjungan Lukashenko ke Jakarta dirancang untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Belarus. Kedua negara dijadwalkan membahas peluang kolaborasi di berbagai bidang penting, antara lain:
- Ekonomi dan perdagangan
- Pertanian dan ketahanan pangan
- Sektor strategis lainnya
Pembahasan ini diharapkan membuka peluang investasi dan pertukaran teknologi yang saling menguntungkan.
Dampak hubungan bilateral
Penyerahan pulpen emas oleh Lukashenko dipandang sebagai simbol goodwill yang menandai hubungan yang semakin hangat antara kedua negara. Kunjungan ini berpotensi memperluas kerja sama praktis dan diplomatik ke depan.
Rangkaian pertemuan bilateral selanjutnya akan menentukan langkah konkret dalam implementasi kerja sama yang dibahas selama kunjungan kenegaraan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...