DPRD Medan Bahas Revisi Perda Sistem Kesehatan untuk Perbaiki Pelayanan
DPRD Kota Medan sedang mengkaji revisi Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan untuk menyempurnakan pelayanan medis bagi warga. Pembahasan ini disampaikan saat Sosialisasi Perda (Sosper) VI di Jalan Sempurna Ujung, Lingkungan IV, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Minggu (14/6). Revisi bertujuan mempercepat penanganan pasien dan memperjelas tanggung jawab pemerintah terkait pelayanan gizi dan jaminan kesehatan.
Rangkaian sosialisasi dan peserta
Kegiatan dipimpin Agus Setiawan, Anggota DPRD Medan Fraksi PDI Perjuangan. Acara dihadiri perwakilan instansi terkait dan unsur kelurahan. Hadir antara lain:
- Roy Pulungan, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Medan
- dr. Lina Gustina, Dinas Kesehatan Kota Medan
- Erna Agus Hariati, Dinas Sosial Kota Medan
- Fairuddin Majrul, perwakilan Camat Medan Denai
- Khairul Arfan, Sekretaris Lurah Binjai
Keluhan warga soal administrasi dan gizi
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan masalah lambatnya proses administrasi di rumah sakit dan perhatian gizi yang belum optimal. Salah seorang warga, Willy Tobing, menyoroti praktik penundaan tindakan medis karena persyaratan administrasi.
"Sementara di Medan, pasien yang sudah berada di IGD pun masih harus tertahan ditanyai KTP, kartu BPJS, hingga dokumen administrasi lainnya. Sudah seharusnya tindakan medis diutamakan terlebih dahulu demi menyelamatkan nyawa, baru mengurus urusan administrasi," ujar Willy.
Willy juga mengutip Pasal 32 Perda Nomor 4 Tahun 2012 yang mengatur kewajiban pemerintah memenuhi gizi bagi bayi, lansia, dan ibu hamil. Menurutnya, implementasi pasal itu belum maksimal.
Keluhan lain datang dari T Boru Manurung. Ia menyatakan anaknya yang berdomisili di Kota Medan mengalami kendala ketika berobat lanjutan di Porsea, Kabupaten Toba.
Respons DPRD dan penjelasan BPJS
Agus Setiawan menegaskan keselamatan pasien harus didahulukan. Ia juga meminta penjelasan mekanisme layanan bagi warga Medan yang berobat di luar kota, mengingat program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Medan Berkah telah berjalan sejak akhir 2022.
"Urusan nyawa harus nomor satu, administrasi belakangan," tegas Agus.
Roy Pulungan dari BPJS Kesehatan menjelaskan ketentuan penanganan darurat dan prosedur administrasi. Ia menegaskan fasilitas kesehatan wajib mendahulukan tindakan medis pada kondisi darurat dan memberikan waktu keluarga pasien hingga 3×24 jam untuk melengkapi dokumen.
"Jika kartu BPJS atau KTP tertinggal, rumah sakit tetap dapat melakukan pengecekan kepesertaan melalui foto KTP yang ditunjukkan keluarga pasien," jelas Roy.
Roy menambahkan bahwa peserta BPJS dapat berobat di fasilitas kesehatan daerah lain maksimal tiga kali per tahun tanpa mutasi FKTP, namun dianjurkan memindahkan FKTP jika berdomisili lama di wilayah tersebut.
Program bantuan sosial dan tindak lanjut
Selain isu kesehatan, Agus menyosialisasikan program PKH Medan Makmur yang dibiayai APBD Kota Medan. Program ini ditujukan bagi lansia dan penyandang disabilitas yang memenuhi syarat dan belum menerima bantuan pusat.
Di akhir kegiatan, Agus memastikan semua aspirasi warga—mulai masalah layanan kesehatan, lampu jalan, hingga drainase—telah dicatat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD sesuai kewenangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...