Lokal

Reses DPRK Banda Aceh: Kader Posyandu Minta Kenaikan Honor

Bagikan:
Reses Komisi IV DPRK Banda Aceh bersama kader Posyandu dan KWT di Aula Bapelkes Aceh

Banda Aceh — Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, menggelar reses bersama kader Posyandu se-Kecamatan Kuta Alam dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) pada Kamis siang, 9 Juli 2026, di Aula Bapelkes Aceh. Kegiatan itu dihadiri ratusan perempuan serta pejabat Dinas Kesehatan dan Dinas P2KP, dengan tujuan menyerap aspirasi terkait honor kader dan dukungan ketahanan pangan keluarga.

Aspirasi kader Posyandu: minta peningkatan honor

Kader Posyandu menyampaikan keluhan tentang besarnya beban kerja yang belum sebanding dengan honor saat ini. Mereka menyorot tugas edukasi, pencatatan, deteksi dini, dan penggerakan masyarakat untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan keluarga.

“Kami berharap honor yang diberikan dapat ditingkatkan. Selama ini kami aktif bekerja penuh semangat dengan turun langsung bertemu warga, namun honor yang ada belum sebanding dengan beban kerja kami. Semoga pemerintah kota bisa memperhatikan hal ini,”

Permintaan ini muncul karena kader berperan langsung di lapangan dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan profesional.

KWT minta bantuan untuk perkuat ketahanan pangan

Anggota KWT Gampong Kuta Alam juga menyampaikan kebutuhan bantuan agar program ketahanan pangan keluarga lebih optimal. Mereka meminta dukungan seperti bibit tanaman, sayuran, dan buah untuk memperkuat pemanfaatan lahan pekarangan dan budidaya Toga.

“Kami ingin adanya tambahan bantuan kepada KWT agar program ketahanan pangan keluarga bisa lebih optimal. Seperti bantuan bibit tanaman, sayuran dan buah. Dengan dukungan pemerintah, kami bisa memperkuat kemandirian pangan di tingkat gampong,”

Tanggapan pimpinan reses

Farid Nyak Umar menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak. Ia menyatakan wajar jika kader meminta peningkatan honor sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.

“Dalam reses ini hadir juga ibu kabid dari Dinas Kesehatan, sehingga bisa mendengarkan langsung aspirasi dari kader. Mereka menjadi jembatan antara masyarakat dan tenaga kesehatan profesional,”

Farid juga menyoroti peran strategis ibu-ibu KWT dalam program Perkarangan Pangan Lestari (P2L), yang dinilai berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi keluarga dan pelestarian kearifan lokal.

“Peran ibu-ibu KWT sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Aspirasi KWT agar pemko meningkatkan bantuan adalah hal yang patut diperhatikan. DPRK Banda Aceh akan mendorong Pemko melalui Dinas P2KP untuk memperkuat dukungan kepada KWT,”

Peserta dan tindak lanjut

Reses dihadiri ratusan peserta perempuan dan sejumlah pejabat terkait. Hadir antara lain Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Nurjannah SKM MKM; Kabid Pertanian dan Peternakan Dinas P2KP, Gunawan Suwarjana S.TP; serta penyuluh pertanian Bustami SP MP dan penyuluh Kecamatan Kuta Alam.

  • Nurjannah — Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota
  • Gunawan Suwarjana — Kabid Pertanian dan Peternakan, Dinas P2KP
  • Bustami — Penyuluh Pertanian Banda Aceh

Reses ini menegaskan tuntutan peningkatan honor kader Posyandu dan perlunya dukungan lebih kuat untuk program ketahanan pangan keluarga. Langkah selanjutnya adalah mendorong Pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait