Lokal

Harga Sembako Aceh Besar Mulai Stabil Usai Gerakan Pangan Murah

Bagikan:
Pedagang dan toko beras di Pasar Pagi Keutapang, Kecamatan Darul Imarah

Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mencatat penurunan tekanan harga kebutuhan pokok di Pasar Pagi Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Jumat (10/7). Langkah itu direalisasikan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar berkala di sejumlah kecamatan untuk menekan lonjakan harga dan menjaga pasokan.

Harga beberapa komoditas mulai terkendali

Pantauan menunjukkan harga bawang, tomat, dan beras mulai berangsur stabil setelah beberapa kali program GPM dilaksanakan. Fluktuasi masih ada pada beberapa komoditas, namun tidak sedrastis beberapa waktu lalu.

Komoditas Harga (Rp)
Bawang merah 30.000 – 38.000/kg
Bawang putih 35.000 – 40.000/kg
Bawang bombai 18.000 – 20.000/kg
Cabai merah 35.000 – 38.000/kg
Cabai hijau 30.000 – 35.000/kg
Cabai rawit ~55.000/kg
Tomat Medan 18.000 – 20.000/kg
Tomat lokal (Pidie/Takengon) ~15.000/kg
Beras SPHP (kemasan 5 kg) 63.000/per 5 kg
Beras premium 15.000 – 16.000/kg

Komoditas yang masih menempel pada harga tinggi

Beberapa komoditas seperti cabai rawit dan daging sapi tetap berada pada level relatif tinggi. Pedagang daging di pasar menyebut daging sapi dijual sekitar Rp160.000 per kilogram, tulang sapi Rp60.000 per kilogram, dan ayam potong Rp65.000 per kilogram.

Penyebabnya antara lain adalah pasokan yang belum normal dan biaya distribusi yang masih tinggi, sehingga tekanan harga belum sepenuhnya teratasi untuk produk-produk tertentu.

Pendapat pedagang

Salah seorang pedagang, Fazal, menyatakan penurunan harga sudah mulai terasa meski belum signifikan.

Untuk cabai memang masih naik turun, tetapi tidak terlalu drastis seperti sebelumnya. Pembeli juga sudah mulai terbiasa karena harganya lebih stabil

Pedagang lain, Munir, menyebut permintaan terhadap tomat lokal meningkat karena harganya lebih terjangkau.

Tomat lokal lebih banyak diminati karena harganya lebih terjangkau

Dampak GPM dan harapan ke depan

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dinilai memperbaiki keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Program ini menghadirkan kebutuhan pokok di bawah harga pasar sehingga membantu masyarakat mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau dan mendorong stabilitas harga di pasar lokal.

Para pedagang berharap GPM dilanjutkan secara konsisten agar kondisi pasar tetap kondusif dan daya beli masyarakat terjaga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait