Aceh Selatan Dapat 634 Unit Bantuan Rumah, APBN Rp11,665 Miliar
Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menerima alokasi bantuan perumahan sebanyak 634 unit dengan total anggaran Rp11,665 miliar yang bersumber dari APBN. Bantuan ini berasal dari dua program, yakni BSPS Kementerian PKP dan program rehabilitasi BNPB, dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Rincian paket bantuan
Bantuan perumahan di Aceh Selatan terdiri dari alokasi yang dibagi menurut sumber program. Rincian unit menurut instansi penyalur adalah sebagai berikut:
| Program | Sumber | Jumlah Unit |
|---|---|---|
| BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) | Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman | 347 |
| Rehabilitasi Perumahan | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) | 287 |
| Total | APBN | 634 unit |
Proses dan koordinasi pelaksanaan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh Selatan, Renol Riandy, menyatakan alokasi tersebut diperoleh setelah komunikasi intensif antara Bupati Aceh Selatan dan kementerian terkait. Dinas Perkim kemudian menyiapkan administrasi dan data yang dibutuhkan sebagai persyaratan.
“Setelah Bupati melakukan komunikasi dengan kementerian, kami dari Dinas Perkim langsung mengintensifkan koordinasi dan menyiapkan seluruh administrasi serta data yang dibutuhkan sebagai persyaratan program bantuan rumah ini,”
Renol menyebutkan program ini akan menyasar sejumlah kecamatan, mulai dari Labuhan Haji Barat sampai Trumon Timur, sehingga distribusi manfaat diharapkan merata bagi warga yang membutuhkan hunian layak.
Jadwal pelaksanaan dan peluang penambahan
Pemerintah daerah merencanakan pelaksanaan peningkatan kualitas rumah dimulai pada semester kedua tahun 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis rampung. Selain itu, jumlah penerima bantuan berpeluang bertambah signifikan.
“Alhamdulillah, Aceh Selatan mendapatkan alokasi sebanyak 634 unit rumah. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat karena program ini akan membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah,”
Renol optimistis alokasi masih dapat bertambah hingga menembus lebih dari 1.000 unit sebelum akhir 2026, tergantung negosiasi dan ketersediaan anggaran tambahan dari pusat.
Dampak bagi masyarakat
Bantuan ini diharapkan memperbaiki kondisi hunian keluarga berpenghasilan rendah dan mengurangi kerentanan terhadap bencana atau kondisi rumah tidak layak huni. Pelaksanaan yang transparan serta data penerima yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
Dengan alur pelaksanaan yang jelas dan peluang penambahan kuota, Aceh Selatan menyiapkan langkah teknis berikutnya untuk memastikan bantuan perumahan dapat segera dinikmati keluarga penerima manfaat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus PIRA 2026-2029 di Banda Aceh
Bupati Aceh Besar hadiri pelantikan Pengurus PIRA 2026-2029 di Banda Aceh; Zakaria A. Gani ditetapkan Ketua...
Bupati Sergai Ajak FKUB Perkuat Moderasi dan Tangkal Hoaks
Bupati Sergai H. Darma Wijaya mengajak FKUB dan tokoh agama memperkuat moderasi, menjaga toleransi, dan meno...
KKI 2026 Dorong UMKM Bangkit dan Tembus Pasar Global
KKI 2026 'Beudaya Meusare Sare' dorong UMKM bangkit, catat penjualan Rp177,21 miliar dan peluang ekspor lewa...
Kemenag Deliserdang Minta Tindak Lanjut Temuan Monev BOP RA/BOS 2026
Kakan Kemenag Deliserdang minta tindak lanjut temuan monev BOP RA dan BOS Tahap I 2026; temuan termasuk aset...
Supris Resmi Bergabung dengan KOTI Pemuda Pancasila Sumut
Supris, mantan ketua organisasi kepemudaan Binjai, resmi bergabung dengan KOTI MPW Pemuda Pancasila Sumut da...
Konferensi PWI Sumut 21 Nov 2026, Panitia Mulai Verifikasi Pemilih
Panitia PWI Sumut tetapkan konferensi 21 Nov 2026 dan mulai verifikasi data pemilih; anggota reaktivasi belu...