Reses DPRD Medan: Infrastruktur, Banjir, dan Bansos Jadi Prioritas
Anggota DPRD Kota Medan dari Daerah Pemilihan II meminta Pemko Medan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, bantuan sosial, dan peningkatan layanan publik hasil reses yang berlangsung pekan lalu.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan di gedung DPRD Medan pada Senin 18 Mei. Rapat dipimpin Ketua DPRD Wong Chun Sen dan dihadiri Wali Kota Rico Waas serta Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
Hasil reses Dapil II
Laporan hasil reses Dapil II dibacakan oleh Tia Ayu Anggraini yang mewakili anggota DPRD dari Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Ia menyatakan aspirasi warga akan dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan diteruskan ke Bappeda Kota Medan untuk perumusan program.
Aspirasi masyarakat hasil reses akan menjadi bahan perumusan program pembangunan Kota Medan
Prioritas yang diusulkan
Menurut laporan, warga Dapil II menyoroti beberapa masalah yang berulang. Keluhan utama meliputi infrastruktur jalan dan drainase yang rusak, genangan dan banjir saat hujan, distribusi bantuan sosial yang belum merata, serta pelayanan publik yang belum optimal.
- Perbaikan jalan dan drainase
- Percepatan penanganan banjir
- Pemerataan bantuan sosial
- Peningkatan pelayanan publik OPD
Kami berharap Pemko Medan dapat menentukan skala prioritas pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat
Tindak lanjut OPD dan penyusunan kebijakan
Anggota DPRD menyoroti perlunya percepatan tindak lanjut oleh OPD terkait di wilayah Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Mereka meminta agar program yang disusun dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hasil reses akan dicatat dalam pokok-pokok pikiran DPRD sebagai bahan masukan bagi penyusunan anggaran dan program kerja Bappeda. Proses ini dimaksudkan untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan prioritas pembangunan kota.
Implikasi dan langkah ke depan
Rapat paripurna menegaskan pentingnya sinkronisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif untuk mempercepat penanganan masalah mendesak. Pemko Medan diminta memetakan prioritas berdasarkan dampak sosial dan urgensi teknis.
Dengan dimasukkannya aspirasi Dapil II ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD, diharapkan kebijakan dan program pembangunan berikutnya lebih responsif terhadap kebutuhan warga di tiga kecamatan tersebut.
Berita Terkait
IAKN Tarutung Lantik 69 Pejabat, Prodi PPG Bidik Akreditasi Unggul
IAKN Tarutung melantik 69 pejabat (8/6) untuk konsolidasi kepemimpinan dan percepatan transformasi menjadi U...
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Ancaman Megathrust di Sumut
Gubsu Bobby Nasution menekankan mitigasi ancaman Megathrust untuk lindungi masyarakat Sumut dan stabilitas d...
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77,836 kg Ganja dan 1,122 kg Sabu
Polres Pematangsiantar memusnahkan 77.836,92 gram ganja dan 1.122,69 gram sabu pada 9 Juni sebagai bagian da...
36 Pedagang Minta Perlindungan Presiden, Pemkab Deliserdang Rencanakan Pengosongan Ruko
36 pedagang minta perlindungan Presiden setelah Pemkab Deliserdang rencanakan pengosongan ruko di sekitar De...
PN Medan Tunda Putusan Kasus Suap Proyek Kereta DJKA
PN Medan menunda putusan tiga terdakwa kasus suap proyek kereta Medan–Binjai–Aceh karena hakim belum menyele...
Tirtanadi Minta Maaf, Distribusi Air Terganggu di Medan
Perumda Tirtanadi minta maaf atas gangguan distribusi air di Medan sejak 9 Juni akibat pemadaman listrik; pe...