Reses DPRD Blitar: Aspirasi Warga Tanggung Didorong Masuk APBD 2027
BLITAR — Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Yudi Meira, memastikan aspirasi warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, tidak berhenti di forum reses. Pernyataan itu disampaikan saat reses masa persidangan II Tahun 2026 pada Kamis malam, 21 Agustus 2026. Sekitar 150 warga, termasuk tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan perwakilan kelompok tani, hadir untuk menyampaikan usulan yang akan dikawal agar dapat masuk dalam APBD Kota Blitar 2027.
Hasil reses dan komitmen pengawalan
Yudi menyatakan semua masukan warga dicatat dan akan dibawa ke pembahasan internal DPRD. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan usulan melalui rapat Komisi III. Langkah ini dimaksudkan agar proposal yang menjadi prioritas mendapat alokasi anggaran pada tahun anggaran mendatang.
"Semua aspirasi warga Tanggung kami tampung. Ini akan kami kawal di rapat Komisi III dan kami perjuangkan bisa direalisasikan pada tahun depan melalui APBD 2027,"
Rincian aspirasi warga
Dalam dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Masalah tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Perbaikan infrastruktur jalan lingkungan;
- Peningkatan saluran irigasi pertanian;
- Dukungan modal dan pelatihan bagi pelaku UMKM.
Dampak ekonomi dan prioritas pembangunan
Menurut Yudi, perbaikan jalan dan irigasi tidak hanya soal kenyamanan. Infrastruktur itu mendukung mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan produktivitas masyarakat. Sementara penguatan UMKM dinilai penting untuk membuka ruang peningkatan pendapatan melalui akses permodalan dan peningkatan kapasitas usaha.
"Reses ini penting agar pembangunan tidak jalan sendiri. Kami ingin program dari pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan warga di lapangan,"
Tindak lanjut dan harapan warga
Reses ditutup dengan penyerahan daftar aspirasi kepada Yudi Meira sebagai bahan pembahasan lebih lanjut di DPRD. Warga yang hadir mengapresiasi pelaksanaan reses dan berharap usulan mereka tidak sekadar catatan, melainkan mendapat tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah.
Pembahasan di internal DPRD dan proses perencanaan anggaran menjadi langkah krusial berikutnya. Jika diakomodasi, usulan-inilah yang berpeluang masuk dalam daftar prioritas pembangunan Kota Blitar tahun 2027.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Cup 2026 Terapkan Wasit Liga 1 dan VAR di Semifinal-Final
Soekarno Cup 2026 gunakan wasit Liga 1 dan VAR pada semifinal serta final untuk menjaga objektivitas dan men...
Ribuan Anak Ikut Karnaval Budaya TK-PAUD di Pohjentrek
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan membuka Karnaval Budaya TK-PAUD di Pohjentrek pada 20 September 2026, di...
Surabaya Targetkan Investasi Rp43 Triliun pada 2026
Pemkot Surabaya bidik investasi Rp43 triliun pada 2026 lewat digitalisasi perizinan, AI, dan Klinik Investas...
Tiga Politisi Muda PDI Perjuangan Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan
Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari Tapal Kuda—Widarto, Sinung Sudrajad, dan Indi Naidha—masuk nominasi p...
Tiga Perempuan Diduga Korban TPPO Dipulangkan ke Jawa Barat
Tiga perempuan diduga korban TPPO dipulangkan ke Jawa Barat setelah ditampung di kantor partai; diwajibkan l...
Ketua DPRD Trenggalek Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi digital agar bisa be...