Semifinal Soekarno Cup 2026: Wasit Liga 1 dan VAR Siap
Surabaya — Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan perangkat pertandingan berpengalaman dan dukungan VAR untuk menjaga kualitas dan integritas pertandingan. Empat tim U-17 akan memperebutkan dua tiket final dalam suasana kompetisi yang semakin tinggi tekanannya.
Jadwal semifinal
Panitia menetapkan dua laga semifinal pada hari yang sama. Pertandingan pertama mempertemukan Banteng Jabar melawan Banteng Papua Raya. Pertandingan kedua mempertemukan Banteng Jatim melawan Banteng Bali.
- 15.30 WIB — Banteng Jabar vs Banteng Papua Raya
- 19.00 WIB — Banteng Jatim vs Banteng Bali
Perangkat pertandingan berpengalaman dan VAR
Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Daniel Rohi menyebut penggunaan perangkat berpengalaman dan teknologi bagian dari komitmen penyelenggara. Mereka ingin semifinal dan final ditangani oleh wasit yang biasa memimpin laga tingkat nasional.
"Semakin tinggi fase kompetisi, semakin tinggi pula tuntutan profesionalismenya. Karena itu, kami ingin semifinal dan final ditangani perangkat pertandingan yang memiliki pengalaman di kompetisi nasional, termasuk wasit Liga 1."
Selain itu, panitia menempatkan VAR untuk membantu peninjauan insiden yang berpotensi memengaruhi keputusan penting. Namun, keputusan akhir tetap di tangan wasit lapangan.
"VAR adalah alat bantu untuk wasit. Keputusan tetap berada pada wasit di lapangan. Teknologi ini membantu memastikan keputusan yang sangat krusial dapat ditinjau secara objektif."
Pengalaman bagi pemain muda
Turnamen ini juga dimaknai sebagai ajang pembelajaran bagi pemain usia muda. Menurut Daniel, pemain U-17 akan belajar aturan, penggunaan teknologi, serta etika pertandingan profesional.
"Anak-anak tidak hanya belajar bermain sepak bola, tetapi juga belajar bagaimana pertandingan profesional dijalankan. Ada regulasi, ada perangkat pertandingan, ada teknologi, dan semuanya harus dihormati."
Gelora 10 November sebagai venue memberi nuansa berbeda karena stadion ini memiliki sejarah panjang. Panitia berharap atmosfer stadion menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.
Pesan sportivitas dan tujuan jangka panjang
Daniel menekankan pentingnya independensi wasit dan sportivitas antar-tim meski tensi pertandingan tinggi. Semua tim diingatkan untuk menghormati lawan dan wasit dalam setiap situasi.
Penyelenggara berharap Soekarno Cup bukan sekadar mencari juara, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemain muda untuk berkembang dan melangkah ke kompetisi profesional atau tim nasional.
"Juara hanya satu, tetapi kesempatan untuk berkembang harus menjadi milik semua pemain. Kalau dari turnamen ini lahir pemain-pemain yang kelak bermain di kompetisi profesional atau memperkuat Tim Nasional Indonesia, itulah keberhasilan yang sesungguhnya."
Dengan wasit berpengalaman Liga 1 dan dukungan VAR, semifinal Soekarno Cup 2026 ditargetkan berlangsung adil, profesional, dan memberi pengalaman kompetisi berkualitas bagi generasi pemain muda.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Surabaya Targetkan Investasi Rp43 Triliun pada 2026
Pemkot Surabaya bidik investasi Rp43 triliun pada 2026 lewat digitalisasi perizinan, AI, dan Klinik Investas...
Tiga Politisi Muda PDI Perjuangan Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan
Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari Tapal Kuda—Widarto, Sinung Sudrajad, dan Indi Naidha—masuk nominasi p...
Tiga Perempuan Diduga Korban TPPO Dipulangkan ke Jawa Barat
Tiga perempuan diduga korban TPPO dipulangkan ke Jawa Barat setelah ditampung di kantor partai; diwajibkan l...
Ketua DPRD Trenggalek Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi digital agar bisa be...
DPRD Jember Minta Alihkan Anggaran untuk Pengelolaan Sampah Pasar
Komisi B DPRD Jember minta alihkan dana program kurang prioritas ke pengelolaan sampah dan perbaikan drainas...
PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab Pinjaman Rp786,573 miliar
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak menanggung risiko pinjaman daerah Rp786,573 miliar; minta pembahas...