BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyatakan BGN akan memfokuskan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah dengan angka stunting tinggi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna, 20 Juli 2026, di Istana Negara, Jakarta. Tujuannya memastikan bantuan pangan bergizi tepat sasaran dan berdampak pada penurunan stunting.
Alasan refocusing dan temuan data
BGN menilai selama ini penentuan penerima MBG lebih mengikuti lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan berdasarkan kerawanan gizi daerah. Hasil evaluasi menunjukkan ada potensi penerima ganda dan alokasi yang tidak memprioritaskan daerah rawan stunting.
BGN kini tengah menyisir kembali data sekitar 62,7 juta penerima MBG untuk memastikan ketepatan sasaran. Langkah ini juga diharapkan memperbaiki tata kelola program secara menyeluruh.
Kendala operasional SPPG
Menurut Agustina, pola lama membuat SPPG mencari sekolah di sekitar titik operasional tanpa mempertimbangkan kondisi gizi setempat. Di beberapa lokasi ditemukan satu sekolah dilayani lebih dari satu SPPG sehingga muncul indikasi penerima dobel.
"Semua siapa yang punya titik, kemudian daftar titik. Lalu di situlah calon mitranya mencari calon penerima manfaat di sekitarnya,"
"Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya, karena ternyata ada satu sekolah dilayani dua SPPG. Kami lihat, 'Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel',"
Prioritas kelompok rentan
BGN menegaskan akan memberi perhatian lebih pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Saat ini kelompok tersebut baru mencakup sekitar 17 persen dari total penerima MBG, dan akan menjadi fokus refocusing berikutnya.
"Sekarang ini baru 17 persen yang ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, itu yang nanti akan kami refocusing,"
Dampak yang diharapkan
Perubahan ini diharapkan meningkatkan efektivitas program MBG dan memberi kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting nasional. Perbaikan data dan tata kelola menjadi dasar agar bantuan pangan bergizi menjangkau yang paling membutuhkan.
BGN menyatakan langkah refocusing akan terlaksana bertahap, dengan pengawasan dan verifikasi data agar manfaat program dapat terukur dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri ESDM Ungkap Potensi Penurunan Harga BBM Pertamax
Menteri ESDM Bahlil menyatakan potensi penurunan harga Pertamax akan diputuskan setelah kajian dan rapat den...
Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Beroperasi hingga Akhir 2026
Kemenhub memastikan layanan angkutan perintis (jalan, barang, penyeberangan) tetap beroperasi hingga akhir 2...
Menhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Berlanjut hingga Akhir Tahun
Menhub Dudy Purwagandhi memastikan layanan angkutan perintis beroperasi normal dan akan dilaksanakan hingga...
DPR Kebut Pematangan RUU Kawasan Industri di Tangerang
Komisi VII DPR percepat pematangan draf RUU Kawasan Industri di Tangerang untuk perkuat sanksi, partisipasi...
Yusril: KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus
Yusril menilai penanganan perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejagung berjalan positif, sehingga...
Komisi VII Kritik Perusahaan di Tangerang: TJSL Seremonial dan Minim Serap Naker
Komisi VII DPR kritik perusahaan di Tangerang soal TJSL seremonial, minim serap tenaga kerja lokal, dan isu...