Airlangga: Realisasi Investasi H1 2026 Capai Rp1.001 Triliun
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.001 triliun, setara sekitar 49 persen dari target tahunan sebesar sekitar Rp2.000 triliun. Pernyataan ini disampaikan usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, sebagai gambaran tren investasi yang mendorong pemulihan ekonomi.
Realisasi Investasi Semester I
Pada triwulan kedua, realisasi investasi tercatat sebesar Rp511,8 triliun, atau sekitar 25 persen dari target tahunan. Angka kumulatif untuk semester pertama mencapai Rp1.001 triliun, menunjukkan momentum yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.
Catatan tersebut menandai capaian mendekati separuh target nasional, sehingga menjadi indikator awal bahwa upaya menarik modal baik domestik maupun asing mulai membuahkan hasil.
Komposisi PMA dan PMDN
Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan investasi pada semester pertama relatif seimbang antara penanaman modal asing dan modal dalam negeri. Pada triwulan kedua, realisasi PMA tercatat Rp257,7 triliun, sementara PMDN mencapai Rp254,1 triliun.
Keseimbangan ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pembiayaan dan memperkuat ekosistem investasi domestik.
Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi
Pemerintah juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Produk domestik bruto tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Inflasi tercatat masih terkendali sesuai target pemerintah.
Pertumbuhan PDB tumbuh stabil sebesar 5,61 pada kuartal pertama dengan outlooknya antara 5,6 berdasarkan laporan sementara APBN. Kemudian inflasi terkendali dengan target proyeksi rata-rata di 2,5 plus minus 1, dan ini juga direncanakan akan bisa tercapai
Data ini memberi sinyal positif bahwa kondisi makroekonomi mendukung realisasi investasi lebih lanjut sepanjang tahun.
Upaya Pemerintah dan Implikasi
Airlangga menilai capaian investasi dan stabilitas makroekonomi menjadi modal penting untuk menjaga laju pertumbuhan hingga akhir tahun. Pemerintah akan terus mendorong iklim investasi, termasuk mempercepat perizinan dan memperkuat insentif untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing nasional.
Realisasi di triwulan kedua tercapai Rp511,8 triliun atau 25 persen dari target sebesar sekitar Rp2.000 triliun
Dengan pencapaian saat ini, fokus ke depan adalah memperkuat realisasi proyek yang telah diumumkan dan memastikan investasi berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas industri.
Perkembangan ini menjadi tolok ukur penting bagi kebijakan ekonomi berikutnya dan akan memengaruhi proyeksi kinerja fiskal dan neraca eksternal sepanjang 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Berlanjut hingga Akhir Tahun
Menhub Dudy Purwagandhi memastikan layanan angkutan perintis beroperasi normal dan akan dilaksanakan hingga...
DPR Kebut Pematangan RUU Kawasan Industri di Tangerang
Komisi VII DPR percepat pematangan draf RUU Kawasan Industri di Tangerang untuk perkuat sanksi, partisipasi...
Yusril: KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus
Yusril menilai penanganan perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejagung berjalan positif, sehingga...
Komisi VII Kritik Perusahaan di Tangerang: TJSL Seremonial dan Minim Serap Naker
Komisi VII DPR kritik perusahaan di Tangerang soal TJSL seremonial, minim serap tenaga kerja lokal, dan isu...
Revisi UU Kehutanan: DPR Sorot Hutan Adat dan Perhutanan Sosial
DPR dorong revisi UU Kehutanan untuk perkuat Hutan Adat, prioritaskan perhutanan sosial, dan integrasikan da...
Bendungan Jlantah Andalan Jaga Pasokan Air saat Kemarau El Nino
Bendungan Jlantah di Karanganyar diresmikan 10 Juli 2026 dan berfungsi jaga pasokan air, irigasi, layanan ai...