Singapura Dukung AI Terbuka dan Ikut Komisi AI PBB
Singapura menyatakan dukungan pada pengembangan AI terbuka melalui keterlibatannya di komisi global yang didukung PBB. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pengembangan Digital Josephine Teo saat menjelaskan tujuan komisI AI for Good Global Commission, yang dibentuk awal bulan ini oleh puluhan pemerintah dan pemimpin teknologi. Singapura menekankan pentingnya akses terbuka agar manfaat AI tidak hanya dinikmati segelintir perusahaan.
Komisi AI PBB dan Tujuannya
Komisi ini, yang didukung oleh agen teknologi digital PBB ITU, bertujuan membuka manfaat AI sambil menutup kesenjangan infrastruktur di ekonomi berkembang. Teo ikut duduk sebagai salah satu komisaris dan memaparkan beberapa gagasan awal tentang arah kerja komisi. Ia mengusulkan agar advokasi terhadap model open-source menjadi salah satu fokus komisi.
Argumen untuk Open-Source
Teo menilai model terbuka memberi akses lebih luas bagi perusahaan lokal dan startup di Asia Tenggara. Menurutnya, model tertutup atau berbayar bisa terlalu mahal untuk startup sehingga membatasi adopsi dan inovasi di kawasan.
“Possibly, one of the global commission’s advocacies could be in the area of open-source and keeping models open,”
“Closed models would be too costly for startups,”
“It’s always a few companies and organizations at the frontier that move far ahead and leave people behind.”
Inisiatif Lokal dan Dampaknya bagi ASEAN
Singapura sendiri telah meluncurkan model bahasa besar lokal, Sea-Lion, yang dirancang menangkap nuansa kontekstual Asia Tenggara. Beberapa perusahaan regional, termasuk raksasa teknologi Indonesia, telah mulai mengadopsi model ini. Teo menyatakan pendekatan tersebut memungkinkan ASEAN untuk "punch above its weight" dalam kompetisi teknologi global.
Persaingan Global: China, AS, dan Alianai Baru
Ketegangan geopolitik turut mewarnai perdebatan soal keterbukaan AI. China mendorong keterbukaan dan baru-baru ini memperkenalkan model open-weight terbesar dunia, Kimi K3. Debut itu muncul setelah Amerika Serikat sempat membatasi akses asing ke model kuat buatan Anthropic.
Presiden China Xi Jinping mengumpulkan puluhan negara untuk membentuk World AI Cooperation Organization (WAICO), yang menyatakan fokusnya pada tata kelola AI global. Dalam pidatonya, Xi menekankan kerja sama internasional dan prinsip keterbukaan.
“AI development should not be a solo performance by a single country, but a symphony of international cooperation.”
Xi juga menyerukan komunitas internasional untuk "adhere to the principle of openness and win-win".
Implikasi dan Langkah ke Depan
Dukungan Singapura untuk AI terbuka membuka peluang bagi negara-negara ASEAN mempercepat adopsi teknologi secara inklusif. Namun tantangan tetap besar: regulasi, pembiayaan infrastruktur, dan keseimbangan antara keterbukaan serta keamanan data. Komisi global yang didukung ITU berpeluang menjadi platform untuk merumuskan rekomendasi teknis dan kebijakan yang membantu negara berkembang menangkap manfaat AI.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...