Prabowo Perintahkan Pemerintahan Digital Terpadu untuk Percepat Layanan Publik
Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan transformasi digital pemerintahan pada rapat kabinet paripurna di Istana Negara hari Senin.
Tujuannya jelas: membangun pemerintahan digital kelas dunia dengan layanan publik daring terintegrasi dan sistem data nasional terpadu untuk memangkas birokrasi dan memperbaiki penyaluran bantuan.
Target digitalisasi layanan publik
Prabowo menekankan semua layanan yang dapat dilakukan secara digital harus tersedia daring. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak lagi bolak-balik ke kantor atau antre lama untuk urusan administrasi.
I want Indonesia to have a world-class digital government,
Hentikan aplikasi terpisah
Presiden memerintahkan kementerian dan lembaga negara menghentikan pengembangan aplikasi yang berdiri sendiri. Menurutnya, platform yang terfragmentasi justru menambah hambatan bagi publik.
We must carry out government digitalization. We cannot have dozens of applications that do not communicate with one another. We cannot ask people to repeatedly enter the same information,
Manfaat awal dan data implementasi
Upaya digitalisasi sudah menunjukkan hasil awal pada penyaluran bantuan sosial. Laporan Dewan Ekonomi Nasional mencatat sistem digital telah diterapkan di 43 kabupaten/kota di 26 provinsi.
Saat ini sekitar satu juta keluarga telah terdaftar dari target 12,5 juta rumah tangga penerima. Sebelum digitalisasi, pemohon mengeluarkan biaya sekitar Rp150.000 untuk mengurus dokumen dan pendaftaran.
Now the entire process can be completed at no cost. This is a direct benefit of digitalization,
Integrasi data nasional
Prabowo menginstruksikan pengintegrasian basis data nasional yang mencakup kesejahteraan sosial, kependudukan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, dan daftar penerima bantuan.
Tujuannya agar data lebih akurat, mengurangi duplikasi, dan meningkatkan efektivitas kebijakan melalui penggunaan informasi yang konsisten dan terkini.
Langkah ke depan
Indonesia telah lama mendorong reformasi pemerintahan digital, namun tumpang tindih sistem antar kementerian dan daerah menjadi kendala utama. Integrasi data dan interoperabilitas sekarang menjadi prioritas untuk mempercepat reformasi birokrasi.
Jika terlaksana, langkah ini diharapkan memperlancar akses layanan publik, meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial, dan memangkas beban biaya bagi warga.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
AAD Wiki Diluncurkan: Ensiklopedia Digital Berbasis Komunitas
AAD Wiki diluncurkan 20 Juli 2026; platform MediaWiki ini membuka penyuntingan terbuka untuk mendokumentasik...
National Moon Day 20 Juli: Mengenang Pendaratan Manusia di Bulan
National Moon Day tiap 20 Juli mengenang pendaratan Apollo 11 pada 1969 dan langkah pertama manusia di Bulan...
NASA: Asteroid 1998 SH2 Ternyata Komet, Dikonfirmasi Agustus 2025
Objek dekat Bumi 1998 SH2 yang melintas Agustus 2025 dikonfirmasi NASA sebagai komet aktif dengan penamaan s...
UBT Perkenalkan Teknologi RAS untuk Budidaya Lele di Tarakan
UBT latih Pokdakan Raja Ikan Tarakan menerapkan teknologi RAS untuk hemat air, menjaga kualitas air, dan men...
Dampak Negatif Media Sosial: Kecanduan, FOMO, dan Gangguan Tidur
Media sosial bisa memicu kecanduan, FOMO, gangguan tidur, dan rasa tidak puas diri; kenali tanda serta langk...
Airlangga Temui Wang Yi, Dorong Kerja Sama AI dan Investasi
Airlangga bertemu Wang Yi di Shanghai saat peluncuran WAICO; Indonesia dorong kerja sama AI, percepat akses...