Teknologi

Salesforce Luncurkan Agentforce, Agen AI untuk Pekerjaan Bernilai Tinggi

Bagikan:
Ilustrasi Agentforce: agen AI Salesforce untuk tugas bisnis

Salesforce meluncurkan Agentforce, portofolio agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menjalankan pekerjaan bernilai tinggi di berbagai fungsi bisnis. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 18 September 2026, dan menargetkan area seperti penjualan, layanan pelanggan, perdagangan, pengalaman karyawan, dan operasional back office.

Tujuan dan kapabilitas utama

Agentforce dibuat untuk lebih dari sekadar menjawab pertanyaan. Agen ini dirancang memahami konteks tugas, tujuan bisnis, dan mampu bekerja lintas fungsi secara berkelanjutan. Teknologi tersebut mendukung automasi tugas yang kompleks dan berjangka panjang.

“Perkembangan AI kini tidak lagi sebatas kemampuan menjawab pertanyaan. Tetapi telah mengarah pada kemampuan menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan dengan memahami konteks dan tujuan bisnis perusahaan,”

kata Jovita Usvitriana Udari, Corporate Communication Salesforce.

Hasil implementasi pelanggan

Salesforce menyebut selama dua tahun terakhir mereka mendampingi pelanggan dalam ribuan penerapan agen AI. Sistem ini menghasilan Agentic Work Units (AWUs) sebanyak tujuh miliar melalui Agentforce dan Slack.

Beberapa bukti manfaat bagi pelanggan disebutkan, antara lain:

  • Eva, agen bantuan pelanggan Engine, menyelesaikan sekitar 50 persen pertanyaan masuk via chat.
  • Paige menangani 70 persen permintaan administrasi di Autism Queensland.

Fitur baru dan runtime panjang

Agentforce kini mendukung long-horizon runtime yang memungkinkan agen menjalankan pekerjaan selama berhari-hari. Fitur ini membantu agen menyusun rencana, mengeksekusi tugas, menerima informasi baru, dan menyesuaikan langkah saat kondisi berubah.

Personalisasi, kontrol, dan keamanan

Salesforce menegaskan seluruh agen dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan organisasi, termasuk penamaan dan pengaturan perilaku. Selain itu, platform menyediakan kontrol melalui aturan bisnis, izin, dan sistem keamanan yang dimiliki perusahaan.

“Penerapan teknologi tersebut memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengintegrasikan AI lebih jauh ke dalam proses kerja. Sekaligus tetap mempertahankan kendali melalui aturan bisnis, izin, dan sistem keamanan yang dimiliki masing-masing perusahaan,”

ucap Jovita.

Integrasi dengan karyawan

Melalui Agentforce Coworker, Salesforce menambah kapabilitas seperti AI Skills yang memungkinkan karyawan mengajarkan agen bagaimana menyelesaikan tugas. Pendekatan ini bertujuan agar agen bekerja selaras dengan praktik internal tanpa menghilangkan kendali manusia.

Dengan kombinasi penyesuaian, runtime panjang, dan kemampuan pembelajaran dari karyawan, Agentforce diarahkan membantu perusahaan menyelesaikan tugas bernilai tinggi sambil menjaga kontrol operasional dan keamanan data.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait