Mendag: Optimalkan IC-CEPA untuk Perluas Akses Pasar Indonesia-Cili
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong optimalisasi Indonesia-Cili Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.
Langkah perundingan dan implementasi bertahap
Mendag menjelaskan bahwa pelaksanaan IC-CEPA berjalan secara bertahap sesuai prioritas. Indonesia telah mengimplementasikan perjanjian pada sektor perdagangan barang sejak 2019 dan sektor perdagangan jasa pada 2025.
Lebih lanjut, kedua negara menandatangani pernyataan bersama untuk meluncurkan perundingan sektor investasi pada 2024. Pemerintah berharap perundingan investasi dapat dipercepat melalui pertemuan virtual yang intensif sepanjang tahun ini.
"Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini," ujar Mendag.
Perluasan perdagangan: peluang dan strategi
Mendag menilai hubungan dagang Indonesia dan Cili menunjukkan kemajuan positif dan masih menyimpan potensi perluasan. Ia menekankan perlunya komunikasi yang lebih kuat antar pelaku usaha sebagai kunci mengoptimalkan manfaat perjanjian.
Untuk mempercepat pertumbuhan perdagangan, Mendag mengusulkan pembentukan forum pelaku usaha yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari kedua negara. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi dan identifikasi peluang pasar konkret.
"Perlu ada pendekatan antara pelaku usaha (business-to-business/B2B) Indonesia dan Cili, misalnya melalui konsil bisnis (business council). Interaksi pelaku usaha Indonesia dan Cili akan semakin mempercepat peningkatan perdagangan kedua negara," ucap Mendag.
Langkah berikutnya dan dampak
Jika perundingan investasi diselesaikan dan forum bisnis berjalan efektif, diperkirakan alur investasi dan arus barang/jasa kedua negara akan lebih lancar. Hal ini dapat membuka peluang ekspor baru dan meningkatkan komitmen investor dari kedua sisi.
Fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan perundingan investasi dan memperkuat jaringan antar pelaku usaha untuk menerjemahkan ketentuan perjanjian menjadi transaksi nyata.
Optimisasi IC-CEPA menjadi strategi kunci untuk menggenjot nilai perdagangan dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia dan Cili.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...