IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.319,85
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, naik 1,41% atau 88,07 poin ke level 6.319,85. Pergerakan ini mencatatkan harga tertinggi intraday pada 6.321,51 dan terendah di 6.247,35.
Rangkuman pergerakan
IHSG dibuka menguat pada awal sesi pertama, berada di level 6.273,57 atau naik 41,79 poin (0,67%). Hingga jeda siang, indeks tetap melanjutkan penguatan meski ada risiko aksi ambil untung sepanjang perdagangan.
Analisis teknikal dan level penting
Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat potensi pengujian level resistansi pada kisaran 6.250-6.300. Namun mereka mengingatkan agar pelaku pasar mewaspadai adanya potensi profit taking yang dapat menekan penguatan indeks.
"IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300. Tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 21 Juli 2026.
Dorongan dari investor asing
Sesi sebelumnya mencatatkan aksi beli bersih investor asing senilai Rp156,57 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain:
- TPIA
- BRPT
- BBRI
- BNBR
- DEWA
Sentimen yang mempengaruhi pasar
Pasar domestik memperoleh sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil. Keputusan pemeringkat ini dinilai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, sentimen global yang membebani datang dari peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran valuasi pada saham berbasis kecerdasan buatan. Kenaikan harga minyak juga dipantau karena berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan tekanan terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Dampak dan prospek
Kombinasi sentimen domestik dan eksternal membuat IHSG berpeluang melanjutkan penguatan, tetapi rentan terhadap koreksi jangka pendek jika aksi ambil untung meluas. Pelaku pasar disarankan mengamati level resistansi 6.250-6.300 dan perkembangan harga minyak serta sentimen global yang dapat memengaruhi arus modal.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...