Sering Terbangun Malam Hari? Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering terbangun pada malam hari dan sulit kembali tertidur adalah gejala middle insomnia atau sleep-maintenance insomnia. Kondisi ini menurunkan kualitas tidur, mengganggu produktivitas, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan. Bila terjadi minimal tiga kali seminggu dan berlangsung lebih dari 30 hari, segera konsultasikan ke tenaga medis.
Penyebab fisik yang sering terjadi
Berbagai kondisi tubuh dapat membuat seseorang mudah terbangun di malam hari. Gangguan lambung, nyeri sendi, hingga masalah pernapasan adalah pemicu umum. Beberapa penyakit kronis juga berkontribusi pada terganggunya tidur.
- Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson
- Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung
- Gangguan pada prostat dan kandung kemih yang menyebabkan sering buang air kecil
- Perubahan hormon saat menstruasi atau menjelang menopause
Obat-obatan dan gangguan jiwa
Beberapa obat dapat menurunkan kualitas tidur. Golongan beta blocker, obat asma, dan antidepresan termasuk yang berpotensi memicu terbangun di malam hari. Selain itu, kondisi psikologis juga sering menjadi penyebab.
- Stres dan gangguan kecemasan
- Depresi, gangguan bipolar, dan skizofrenia
- Post-traumatic stress disorder (PTSD)
Gangguan tidur khusus
Beberapa gangguan tidur memang membuat tidur tidak nyenyak. Contohnya sleep apnea yang menyebabkan henti napas sementara. Ada pula night terror yang memicu rasa takut berlebihan sehingga penderitanya terbangun tiba-tiba.
Faktor ritme dan gaya hidup
Perubahan ritme tubuh turut mempengaruhi kualitas tidur. Pertambahan usia, jet lag, dan kerja bergilir atau shift membuat ritme sirkadian terganggu. Selain itu, kebiasaan sebelum tidur juga berdampak besar.
- Konsumsi alkohol dan minuman berkafein
- Merokok
- Penggunaan gawai sebelum tidur yang memancarkan cahaya biru
Cahaya biru dari layar menekan produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang lebih mudah terjaga di malam hari dan kesulitan kembali tertidur.
Kapan harus ke dokter
Sering terbangun pada malam hari sesekali belum tentu berbahaya. Namun, kondisi menjadi masalah jika terjadi berulang dan mengganggu aktivitas harian. Segera temui dokter jika:
- Kondisi terjadi setidaknya tiga kali dalam seminggu
- Membutuhkan lebih dari 30 menit untuk tertidur kembali
- Berlangsung lebih dari 30 hari
Pemeriksaan diperlukan untuk menemukan penyebab tepatnya dan menentukan pengobatan atau perubahan gaya hidup yang sesuai. Penanganan dapat meliputi terapi, pengaturan obat, atau perbaikan kebiasaan tidur.
Perbaikan pola tidur dan penanganan penyebab medis memberi peluang besar meningkatkan kualitas istirahat. Konsultasi lebih dini membantu mencegah dampak panjang pada kesehatan fisik dan mental.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
IDAI Minta Media Edukasi Masyarakat soal Influenza pada Anak
IDAI mengimbau media edukasi masyarakat soal peningkatan kasus influenza pada anak dan dorong vaksinasi sert...
Kasus Influenza Anak Meningkat di Kota Besar, IDAI Ingatkan Risiko
IDAI melaporkan lonjakan kasus influenza anak di kota besar sejak 18 Sept 2026, mendorong perhatian pada kel...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi per 15 Sept 2026 setelah ditemukan ketidaksesuaian klaim dan k...
6 Cara Mudah Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat
Enam langkah sederhana seperti terapi panas, hidrasi, pijat, dan olahraga ringan dapat membantu meredakan ny...
Tirta Dental Buka Cabang Tebet, Layanan Gigi Terpadu
Tirta Dental membuka cabang di Tebet dengan layanan gigi terpadu, fasilitas modern, tim berpengalaman, serta...
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...