Demam Piala Dunia Dorong Anak Aktif Berolahraga
Piala Dunia 2026 bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan kebiasaan berolahraga pada anak-anak. dr. Rizky Adriansyah, Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, mengatakan antusiasme anak terhadap sepak bola tiap Piala Dunia harus diarahkan ke aktivitas fisik yang sehat, supaya tidak hanya terjebak menonton atau bermain gawai. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 19 Juli 2026.
Peluang menumbuhkan kebiasaan aktif
Menurut dr. Rizky, kegembiraan melihat pertandingan sering memicu anak ingin bermain sepak bola. Ia menilai situasi ini tepat untuk mengubah minat menjadi rutinitas olahraga.
"Ya kalau sudah ada Piala Dunia semuanya memang jadi demam Piala Dunia. Hanya bedanya kalau dulu paparan terhadap gawai tidak sebesar sekarang,"
Ia menambahkan bahwa paparan telepon pintar dan permainan digital kini jauh lebih tinggi, sehingga anak cenderung kurang bergerak di luar rumah. Oleh sebab itu, Piala Dunia menjadi peluang untuk mengajak anak aktif dan mengurangi waktu layar.
Manfaat sepak bola bagi anak
Sepak bola disebut dr. Rizky sebagai pilihan olahraga yang bermanfaat. Selain meningkatkan kebugaran, olahraga tim ini melatih kerja sama, disiplin, sportivitas, dan keterampilan berinteraksi dengan teman sebaya.
- Meningkatkan kebugaran kardiovaskular
- Membangun kemampuan sosial dan kerja tim
- Melatih koordinasi dan keseimbangan motorik
Aktivitas fisik rutin sejak usia dini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan menekan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari.
"Banyak penyakit jantung di masa depan sebenarnya dapat dicegah sejak anak-anak melalui aktivitas fisik yang cukup dan pola hidup sehat. Karena itu, olahraga perlu diimbangi dengan asupan gizi yang baik,"
Perhatian kesehatan sebelum berolahraga
Meskipun kebanyakan anak dengan pertumbuhan normal aman berolahraga, dr. Rizky menekankan pentingnya pemeriksaan bagi anak yang memiliki masalah tumbuh kembang, mudah lelah, atau sering sesak napas. Orang tua juga perlu mendampingi untuk mencegah cedera dan menyesuaikan intensitas aktivitas dengan kemampuan fisik anak.
Dengan bimbingan dan pengawasan yang tepat, demam Piala Dunia dapat berubah menjadi kebiasaan positif: anak tidak hanya menikmati pertandingan di layar, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan dari aktif bergerak.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Obat Kuat Efek 72 Jam: Kenali Tadalafil dan Risikonya
Tadalafil, zat pada obat kuat yang diklaim bekerja 36–72 jam, efektif namun berisiko; kenali manfaat, efek s...
Menkes: Karies Gigi Dominasi Temuan Cek Kesehatan Gratis
Menkes: karies gigi dominasi temuan Cek Kesehatan Gratis; program capai 59,6 juta peserta dan masuk tahap pe...
Tips Mengusir Nyamuk Secara Alami agar Rumah Lebih Nyaman
Kiat praktis mengusir nyamuk secara alami: kebersihan, tanaman pengusir, kelambu, dan kipas angin untuk ruma...
Cegah Demam Berdarah Saat Musim Kemarau: Panduan Praktis
Langkah praktis mencegah demam berdarah saat kemarau: bersihkan genangan, tutup penampungan, gunakan kelambu...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Vaksin Konjugat untuk Tekan Tifoid
Bio Farma meluncurkan vaksin Bio-TCV pada 15 Jan 2026 untuk menekan tifoid dan memperkuat kemandirian produk...
Skincare Minimalis: Rawat Kulit Hemat Tanpa Boros
Skincare minimalis memanfaatkan produk dasar seperti face wash, pelembab, sunscreen, dan spot treatment agar...