BGN Sisir Ulang Data 62,7 Juta Penerima MBG
Badan Gugus Nutrisi (BGN) menyisir ulang data 62,7 juta penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memperbaiki tata kelola. Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Langkah ini juga menindaklanjuti indikasi data ganda dan penempatan titik layanan yang tidak berdasarkan kebutuhan.
Alasan penyisiran dan temuan awal
BGN memulai evaluasi setelah menemukan anomali dalam pendataan penerima. Agustina menyebut ada indikasi satu sekolah dilayani lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, yang berpotensi menimbulkan duplikasi penerima.
Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya, karena terakhir itu sekitar 62,7 juta penerima manfaat. Kami sisir betul-betul, karena ternyata ada satu sekolah yang dilayani dua SPPG, kami lihat, 'Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel'
Perbaikan data menjadi prioritas bagi kepemimpinan baru BGN. Verifikasi awal ditujukan untuk memastikan berapa jumlah penerima yang valid dan wilayah mana yang harus didahulukan.
Verifikasi SPPG dan metode pengecekan
Selain penerima, BGN juga akan memverifikasi sekitar 27.469 SPPG yang telah beroperasi. Semua titik layanan akan dicek langsung di lapangan untuk mengonfirmasi keberadaan dan kesesuaian data.
Itu benar-benar kami mau cek, nanti kami akan bikin database untuk penerima manfaat, database untuk SPPG, dan sebagainya. Data itu sangat penting, itu pembenahan pertama saya
BGN menegaskan akan menggunakan penandaan lokasi atau geo-tagging pada titik layanan untuk meminimalkan kesalahan lokasi dan bukti fungsionalitas SPPG. Langkah ini dirancang agar basis data lebih akurat dan mudah diaudit.
Tindak lanjut: penataan basis data dan skema insentif
Setelah verifikasi, BGN akan merapikan basis data penerima dan basis data SPPG. Tujuan selanjutnya adalah menyusun skema insentif yang lebih adil bagi penyedia layanan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar kepemilikan titik.
Pokoknya siapa yang punya titik, itu yang dikasih. Titik yang sekarang sudah terlanjur ada itu kami rapikan betul-betul
BGN berharap pembenahan ini meningkatkan efektivitas Program MBG sehingga bantuan menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data juga menjadi dasar penentuan prioritas wilayah dan alokasi bantuan lebih tepat.
Langkah praktis ke depan
- Verifikasi data penerima secara sistematis dan lapangan
- Pengecekan langsung 27.469 SPPG dengan geo-tagging
- Penyusunan database terpisah untuk penerima dan SPPG
- Penyusunan skema insentif berdasarkan kebutuhan dan bukti lapangan
Dengan data yang sudah diverifikasi, BGN akan menata ulang target pelaksanaan Program MBG untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan pengelolaan program lebih transparan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Kebut Pematangan RUU Kawasan Industri di Tangerang
Komisi VII DPR percepat pematangan draf RUU Kawasan Industri di Tangerang untuk perkuat sanksi, partisipasi...
Yusril: KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus
Yusril menilai penanganan perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejagung berjalan positif, sehingga...
Komisi VII Kritik Perusahaan di Tangerang: TJSL Seremonial dan Minim Serap Naker
Komisi VII DPR kritik perusahaan di Tangerang soal TJSL seremonial, minim serap tenaga kerja lokal, dan isu...
Revisi UU Kehutanan: DPR Sorot Hutan Adat dan Perhutanan Sosial
DPR dorong revisi UU Kehutanan untuk perkuat Hutan Adat, prioritaskan perhutanan sosial, dan integrasikan da...
Bendungan Jlantah Andalan Jaga Pasokan Air saat Kemarau El Nino
Bendungan Jlantah di Karanganyar diresmikan 10 Juli 2026 dan berfungsi jaga pasokan air, irigasi, layanan ai...
Prabowo: Kabinet Diberi Mandat Selesaikan Persoalan Bangsa
Presiden Prabowo memberi mandat pada Kabinet Merah Putih untuk menyelesaikan ketimpangan dan kebocoran kekay...