Prabowo Gelar Ratas: Bahas Listrik Desa dan Pabrik Baterai
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada 28 Juli 2026 untuk membahas program penyediaan listrik desa, penataan tambang, dan persiapan peresmian pabrik baterai CATL.
Agenda ratas dan kehadiran
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, hadir dalam ratas tersebut dan tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 13.56 WIB. Menurut Bahlil, pertemuan fokus pada beberapa program utama di sektor energi dan mineral.
Hari ini saya rapat sama Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait dengan listrik desa. Kemudian terkait dengan penataan tambang, dan yang terakhir itu adalah persiapan peresmian pabrik CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), untuk ekosistem baterai mobil,
Perkembangan listrik desa
Bahlil menyampaikan laporan mengenai progres penyediaan listrik untuk desa. Dia menyebut ada 11.000 desa yang tercatat belum teraliri listrik dan pemerintah sudah menyelesaikan pekerjaan di 1.400 desa yang siap diresmikan.
Karena sudah ada sekitar dari 11.000 desa yang belum ada listrik. Sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan,
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat akses energi ke wilayah terpencil. Implementasi proyek akan memerlukan koordinasi lintas kementerian dan pemantauan real time untuk memastikan jaringan, pasokan, dan pemeliharaan berjalan efektif.
Pabrik CATL dan hilirisasi nikel
Bahlil juga melaporkan perkembangan pembangunan pabrik CATL yang menjadi bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik. Menurutnya, pabrik yang mulai digarap pada 2025 kini sudah rampung dan mampu memproduksi baterai mobil listrik.
yang dilakukan groundbreaking pada tahun 2025, sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi. Ini bagian daripada implementasi hilirisasi daripada nikel,
Proyek ini dipandang strategis dalam upaya hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai dalam negeri. Keberadaan fasilitas produksi diharapkan mendorong rantai nilai lokal dan mengurangi kebutuhan impor komponen.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Ratas ini menegaskan prioritas pemerintah pada perluasan akses energi dan pengembangan industri kendaraan listrik. Dalam waktu dekat, pemerintah diperkirakan akan menetapkan jadwal peresmian pabrik CATL dan meluncurkan tahapan program listrik desa secara bertahap.
Evaluasi implementasi sejak ratas akan menentukan percepatan program dan alokasi anggaran selanjutnya, terutama untuk menjangkau desa-desa yang masih belum teraliri listrik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...