Rakernas V MPK: Pemkab Taput Dipuji Atas Pelayanan di Tarutung
Taput — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendapat apresiasi atas keberhasilan menjadi tuan rumah Rakernas V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia. Penutupan acara berlangsung Jumat, 16 Oktober, di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, setelah rangkaian dua hari yang dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala kesehatan.
Apresiasi atas pelayanan dan penyelenggaraan
Ketua MPK Wilayah Aceh-Sumut, Dr. RE Nainggolan MM, menilai kerja panitia dan layanan tuan rumah berlangsung baik. Pendapat serupa datang dari sejumlah peserta yang memuji konsumsi, fasilitas, dan penyambutan selama kegiatan.
Keberhasilan penyelenggaraan ini dianggap sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Taput terhadap penguatan pendidikan Kristen dan mengangkat posisi Tarutung sebagai tuan rumah agenda nasional.
Sambutan Wakil Bupati
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, menyatakan syukur atas kelancaran acara. Ia juga meminta dukungan doa dari peserta agar pemerintahan daerah dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
"Kami sangat bersyukur dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada MPK Pusat dan Provinsi yang telah memberi kesempatan bagi Tarutung, Tapanuli Utara, menjadi tuan rumah Rakernas V ini. Kita berdoa agar seluruh pengurus dan peserta diberikan kesehatan, panjang umur, sukacita, serta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa kenangan manis," ujar Deni.
Sorotan Dirjen Bimas Kristen
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung S.Th M.Pd, dalam arahan menyoroti pentingnya Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK), khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Ia memaparkan tantangan pemenuhan guru agama Kristen, proses sertifikasi, insentif, perjuangan formasi PPPK, serta efisiensi anggaran kementerian. Komitmen untuk memperjuangkan hak tenaga pendidik disampaikan akan dilanjutkan melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR RI.
Penutupan dan pesan iman
Penutupan Rakernas diawali ibadah bertema Fructus in altum fide atau berbuah dalam kedalaman iman, yang merujuk pada 1 Raja-raja 10:4–6. Ibadah dipimpin Pdt. Bambang Jonan dengan refleksi mengenai hikmat Salomo, lalu acara resmi ditutup oleh Ketua Umum MPK Indonesia, Handi Irawan.
Peserta dan tamu undangan
Acara dihadiri pejabat daerah dan tokoh, antara lain:
- Konsul Kehormatan Republik Korea untuk Sumatra, Dr. Parlindungan Purba SH MM
- Sekretaris Daerah Taput, Henry M.M Sitompul M.Si
- Unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, pimpinan gereja
- Peserta Rakernas dari berbagai wilayah Indonesia
Apresiasi dari jajaran MPK dan peserta menjadi pengakuan atas dukungan Pemkab Taput di bawah kepemimpinan Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
Keberhasilan ini mempertegas komitmen daerah untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan memperkuat kerja sama lintas wilayah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejati Sumut, Aceh, Riau Tandatangani PKS dengan TNI AL di Belawan
Kejati Sumut, Aceh, dan Riau menandatangani PKS dengan TNI AL di Belawan untuk memperkuat penegakan hukum di...
Terdakwa Kepemilikan Sabu 4,9 Kg Dituntut 18 Tahun di Medan
Deny Eko Dinarto dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp200 juta terkait kepemilikan 4.932,16 gram sabu yang...
PWI Sosialisasikan UU Pers dan KEJ ke 150 Kepala Sekolah
PWI Simalungun dan PWI Pematang Siantar sosialisasi UU Pers dan KEJ kepada 150 kepala sekolah, memberi strat...
Kapolres Pematangsiantar Turun ke Jalan Atur Lalu Lintas dan Bantu Truk
Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan turun langsung atur lalu lintas dan bantu truk kehabisan...
Mendikdasmen Harap Rakernas V MPK Dukung Mutu dan Pemerataan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap Rakernas V MPK di Tarutung menghasilkan keputusan strategis untuk mendukun...
Pematangsiantar Siaga Darurat Kabut Asap 14 Hari
Pematangsiantar tetapkan siaga darurat kabut asap 14 hari mulai 16 Oktober; pemerintah minta pembatasan akti...