Rachmat Gobel Wafat: Jejak Bisnis dan Kiprah Publik
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Kabar duka disampaikan keluarga besar dan segera dibenarkan oleh rekan sejawat serta pemerintah Provinsi Gorontalo.
Kabar duka dan pernyataan keluarga
Keluarga menyampaikan kabar berpulangnya Rachmat Gobel pada dini hari. Berita ini memicu gelombang belasungkawa dari kalangan politik dan masyarakat yang menyampaikan ucapan melalui media sosial.
"Keluarga besar menyampaikan bahwa Bapak Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat, 10 Juli, pukul 03.20. Di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan,"
Awal kehidupan dan pendidikan
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962. Ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara dalam keluarga Gobel. Kedua orang tuanya berkenaan dengan nama Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel.
Rachmat menempuh pendidikan di Chuo University, Jepang, dan lulus pada 1987 dengan studi di bidang Ilmu Perdagangan Internasional. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan memulai karier di perusahaan keluarga.
Karier di dunia usaha
Pada 1988, Rachmat mulai bekerja sebagai pelatih di pabrik baterai PT National Gobel dan setahun kemudian dipromosikan menjadi asisten presiden direktur. Ia berperan dalam menyusun perencanaan manajemen perusahaan yang kemudian dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group berkembang ke berbagai sektor. Ia mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Kiprah pemerintahan dan politik
Rachmat beralih ke ranah publik dengan jabatan di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo periode 2014–2015. Pada 2017, ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang untuk memperkuat hubungan ekonomi dan investasi.
Pada Pemilu 2019, Rachmat terpilih menjadi anggota DPR RI dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024.
Peran di bidang olahraga dan penghargaan
Selain bisnis dan politik, Rachmat aktif di olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Harian organisasi pencak silat dan mempromosikan cabang tersebut ke negara-negara Eropa dan Afrika. Ia juga memegang peran kunci sebagai Ketua Harian panitia penyelenggara SEA Games XXVI pada 2011.
Atas jasanya kepada daerah, masyarakat Gorontalo menganugerahkan gelar "Ti Bulilango Hunggia", yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri".
Warisan dan dampak
Kehadiran Rachmat Gobel meninggalkan warisan ganda: penguatan industri dalam negeri melalui kebijakan TKDN dan jejak dalam penguatan hubungan ekonomi internasional, khususnya dengan Jepang. Dukungan dan peran aktifnya dalam olahraga nasional juga menjadi bagian dari kontribusi publiknya.
Kepergiannya meninggalkan ruang refleksi bagi dunia bisnis, pemerintahan, dan masyarakat yang pernah bekerja atau terinspirasi oleh kiprahnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Open House Sekolah Rakyat Lombok: Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris
Open house Sekolah Rakyat di Lombok Barat menampilkan drama Putri Mandalika berbahasa Inggris dan memamerkan...
Sekolah Rakyat Dongkrak Kepercayaan Diri Anak di Lombok Barat
Mensos Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat di Lombok Barat meningkatkan kepercayaan diri dan disiplin...
Program B50 Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani
Menteri Pertanian sebut program mandatori B50 perkuat hilirisasi sawit, perluas pasar domestik, dan tingkatk...
Kementan Salurkan Delapan Pompa Atasi Kekeringan di Subang
Kementan salurkan delapan unit pompa ke Subang pada 9 Juli 2026 untuk menjamin pasokan air dan menyelamatkan...
Airlangga: Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Hadapi Ketidakpastian
Airlangga menyatakan pemerintah memperkuat fondasi ekonomi lewat B50, PLTS 100 GW, dan pengembangan semikond...
Menkum: Usul Tolak Merek Bukan Akhir Perlindungan Hukum
Menkum tegaskan usul tolak pendaftaran merek bukan akhir; pemohon bisa menanggapi dengan bukti dalam 30 hari...