Putra Putri Kebudayaan Medan 2026 Dibuka, Cetak Duta Pelestari Budaya
MEDAN — Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 resmi dibuka di Royal Suite Condotel Medan, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Juli ini bertujuan melahirkan generasi muda sebagai duta pelestari kebudayaan Kota Medan.
Pembukaan dan penyelenggara
Acara dibuka dengan laporan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar. Hadir pula narasumber dan dewan juri yang kompeten di bidang kebudayaan.
Makna budaya Medan dalam sambutan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, menekankan posisi Medan sebagai pusat Tamadun Melayu Deli yang multikultural dan multietnis. Menurutnya, keberagaman itu menyatukan warga sebagai bagian dari identitas kebudayaan kota.
"Kota Medan adalah tanah Tamadun Melayu Deli, sebagai rumah besar yang multikultural dan multietnis yang menyatukan kita semua sebagai orang Medan. Beragam asal-usul nenek moyang, namun kita berhimpun dalam kearifan kebudayaan Tamadun Melayu Deli yang menjadi ciri khas Kota Medan,"
Objek budaya yang harus dilestarikan
Ahmad Barli menyebutkan bahwa seluruh Objek Pemajuan Kebudayaan ada di Kota Medan. Ia mendorong pelestarian unsur budaya, termasuk di era digital.
- Tradisi lisan
- Manuskrip
- Adat istiadat dan ritus
- Pengetahuan dan teknologi tradisional
- Seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional
"Semua Objek Pemajuan Kebudayaan Kota Medan ini seharusnya bisa dilestarikan, ‘yang tak lapuk oleh hujan, yang tak lekang oleh panas', termasuk di era digital saat ini,"
Tujuan kompetisi: lebih dari sekadar kontes
Panitia menegaskan bahwa pemilihan ini bukan sekadar kontes kecantikan. Ajang dimaknai sebagai proses kaderisasi budaya untuk membentuk pemuda berwawasan dan berkomitmen pada pelestarian.
"Ini adalah laboratorium lahirnya generasi muda yang berwawasan, berkarakter, cakap berkomunikasi, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berkomitmen sepenuh hati menjaga warisan leluhur Kota Medan,"
Panitia berharap peserta menampilkan kemampuan terbaiknya. Selain meraih prestasi, mereka diharapkan menyampaikan pesan penting bahwa budaya Medan tetap hidup dan relevan.
"Tampil bukan hanya untuk dinilai, tetapi untuk menyampaikan pesan bahwa budaya Medan hidup, budaya Medan tetap relevan, dan budaya Medan berada di tangan generasi yang tepat,"
Penutup
Dengan rangkaian lomba yang berlangsung selama tiga hari, panitia menargetkan lahirnya duta budaya yang siap melakukan sosialisasi dan pelestarian kebudayaan di tingkat kota maupun provinsi. Hasil final akan menentukan pasangan yang menjadi wakil Medan dalam kegiatan kebudayaan selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemkab Simalungun Bahas Revisi RIPS untuk Perbaiki Pengelolaan Sampah
Pemkab Simalungun menggelar rapat revisi RIPS di Pematang Raya untuk menyusun kebijakan pengelolaan sampah y...
Dua Tahanan PN Tapaktuan Diamankan Kembali dalam 24 Jam
Dua tahanan yang kabur dari PN Tapaktuan 14 Juli berhasil ditangkap kembali kurang dari 24 jam oleh tim gabu...
Kelangkaan BBM di Sumut, LAPK: Evaluasi Tata Kelola Segera
LAPK mendesak evaluasi menyeluruh atas distribusi BBM di Sumatera Utara setelah antrean panjang SPBU kembali...
Dirut PUD Pasar Medan Bantah Kenaikan Sewa Kios 20%
Dirut PUD Pasar Medan bantah kabar kenaikan sewa kios 20% yang viral di Instagram; perusahaan sebut informas...
Aceh Besar Bongkar Bangunan Ilegal di Pasar Induk Lambaro
Pemkab Aceh Besar membongkar bangunan ilegal di Pasar Induk Lambaro pada 14/7 setelah pemilik tak menindakla...
Sumut Instruksikan Penyaluran BBM, TNI-Polri Dilibatkan
Gubernur Sumut instruksikan penyaluran BBM ke Medan dan Deli Serdang malam ini dengan melibatkan TNI-Polri u...