Putra-Putri Aceh Diminta Duduki Jabatan Strategis di Bank Syariah
BANDA ACEH — Ketua Influencer Mualem–Dek Fad, Tarmizi Age (Mukarram), meminta pemerintah dan lembaga perbankan syariah memberi perhatian lebih terhadap keterlibatan putra-putri Aceh di posisi strategis. Permintaan itu disampaikan di Banda Aceh, Senin (8/6/2026), dengan alasan memberikan kesempatan kepada sumber daya lokal untuk memimpin dan memahami konteks daerah.
Desakan pengisian jabatan strategis oleh putra daerah
Tarmizi menekankan pentingnya membuka ruang bagi SDM asal Aceh untuk menempati jabatan seperti kepala cabang dan posisi manajerial lain di bank syariah yang beroperasi di provinsi tersebut. Menurutnya, saatnya lembaga perbankan mempercayakan posisi strategis kepada putra daerah yang berkapasitas.
"Kami berharap jabatan-jabatan strategis, seperti kepala cabang dan posisi manajerial lainnya, dapat dipercayakan kepada putra-putri daerah yang memiliki kapasitas dan kompetensi. Mereka memahami karakteristik masyarakat Aceh dan memiliki komitmen untuk membangun daerahnya sendiri," ujar Tarmizi.
Alasan dan potensi dampak
Tarmizi menilai dominasi tenaga kerja dari luar daerah pada posisi-posisi penting dapat mengurangi peluang generasi Aceh berkembang di tanah kelahirannya. Penguasaan posisi penting oleh orang luar dinilai berpotensi mengerasnya hambatan bagi karier lokal.
"Sebagai putra Aceh, saya melihat penguasaan berbagai posisi penting oleh orang luar daerah dapat menjadi ancaman bagi perkembangan dan prestasi putra-putri Aceh. Jika kesempatan di daerah sendiri semakin sempit, maka akan semakin sulit bagi mereka untuk bersaing di daerah lain," katanya.
Dengan memberi kesempatan yang adil, Tarmizi berargumen bahwa SDM lokal dapat berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi daerah dan memperkuat pelayanan perbankan yang peka terhadap kearifan lokal.
Saran kepada pemerintah dan perbankan
Selain meminta bank syariah membuka peluang, Tarmizi juga mengingatkan Pemerintah Aceh untuk peka terhadap keberlangsungan karier generasi muda di sektor-sektor strategis. Ia menyebut perlunya kebijakan atau keberpihakan yang lebih nyata untuk meningkatkan peran SDM lokal.
Ia menutup dengan harapan agar putra-putri Aceh dapat memimpin cabang-cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) dan bank syariah lainnya di Aceh. Kesempatan yang adil, kata dia, bukan sekadar soal jabatan melainkan bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah melalui keterlibatan putra daerah.
Berita Terkait
Zulkifli Dilantik Jadi Anggota DPRD Labuhanbatu (PAW)
Zulkifli resmi dilantik sebagai anggota DPRD Labuhanbatu melalui PAW pada Selasa (9/6), menggantikan almarhu...
Polres Pematangsiantar Ungkap 65 Kasus Narkotika, 91 Tersangka
Polres Pematangsiantar ungkap 65 kasus narkotika Jan–Jun 2026, menangkap 91 tersangka dan menyita ganja, sab...
Wali Kota Pematangsiantar Dukung Penutupan Sinode Besar GPI
Wali Kota Wesly Silalahi menyatakan dukungan Pemko Pematangsiantar terhadap penutupan Sinode Besar GPI yang...
Ribuan Warga Desak Pencairan Bantuan Jadup di Aceh Singkil
Ribuan warga Aceh Singkil demo tuntut pencairan bantuan Jadup dan transparansi data penerima setelah banjir...
Harangan Tapanuli Dilindungi, Pemkab Taput Tandatangani MoU Konservasi
Pemkab Tapanuli Utara tandatangani MoU dengan Tahukah dan YOSL-OIC untuk lindungi Harangan Tapanuli dan Oran...
Aceh Besar Gelar Pawai Ta'aruf Sambut 1 Muharram 1448
Aceh Besar menggelar Pawai Ta'aruf menyambut 1 Muharram 1448 H pada 15 Juni 2026 malam di Lambaro; acara unt...