Pupuk Bersubsidi Padanglawas Tersedia, Distribusi ke Kios Tertunda
Stok pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Padanglawas (Palas) telah direalisasikan, namun terjadi keterlambatan penyaluran ke kios-kios sehingga menimbulkan kelangkaan di beberapa titik. Pernyataan ini disampaikan perwakilan PT Pupuk Indonesia saat dimintai keterangan pada Jumat (29/5).
Keterangan dari PT Pupuk Indonesia
Perwakilan PT Pupuk Indonesia, Rudi Petro Harahap, memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk wilayah Palas aman dan sudah dikirim. Tetapi ia mengakui kemungkinan adanya keterlambatan distribusi dari gudang pusat ke kios-kios di lapangan.
"Sehingga telah ditekankan agar mengutamakan penyaluran ke gudang dan kios-kios yang stoknya kosong,"
- Rudi Petro Harahap, perwakilan PT Pupuk Indonesia
Kios dan petani masih menunggu
Keluhan muncul dari pemilik kios di sejumlah desa. Misalnya, Parnis Siregar pemilik UD Raja Tani di Desa Sigorbus Julu, dan pemilik UD Sumber Rezeki di Desa Sigorbus Jae, Kecamatan Barumun Baru, melaporkan belum menerima pasokan urea yang sangat dibutuhkan petani saat ini.
Daerah Padanglawas terdiri dari 17 kecamatan dan 303 desa, sehingga distribusi yang terlambat berdampak luas terhadap ketersediaan di tingkat desa dan kegiatan tanam petani.
Alokasi pupuk bersubsidi untuk 2026
Pejabat di dinas pertanian daerah menyatakan, secara kuantitas alokasi pupuk subsidi untuk Padanglawas sudah mencukupi untuk kebutuhan tahun ini.
"Sebab sesuai alokasi pupuk subsidi untuk Padanglawas tahun 2026, jenis pupuk urea dialokasikan sebanyak 2.243 ton, NPK 3.319 ton, dan pupuk organik sebanyak 4.195 ton,"
- Herman, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian (atas nama Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Palas)
| Jenis Pupuk | Alokasi 2026 (ton) |
|---|---|
| Urea | 2.243 |
| NPK | 3.319 |
| Pupuk Organik | 4.195 |
Proses distribusi dan harapan penyelesaian
Menurut keterangan resmi, penegasan telah diberikan agar prioritas distribusi ditujukan ke gudang dan kios yang mengalami kekosongan stok. Langkah ini diharapkan meredam kelangkaan yang dirasakan petani dalam beberapa hari ke depan.
Monitoring distribusi tetap diperlukan mengingat padatnya cakupan wilayah dan kebutuhan yang bersifat musiman. Petani dan pemilik kios diharapkan menerima pasokan sesuai alokasi dalam waktu dekat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aceh Peringati Hari Anak Nasional 2026: Aneuk Nanggroe Bahagia
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aceh mengusung tema "Aneuk Nanggroe Bahagia, Aceh Sejahtera" untuk mem...
Plt Bupati Ajak KNPI Langkat Jadi Motor Kemajuan Pemuda
Plt Bupati Langkat minta KNPI menjadi motor kemajuan daerah lewat pembinaan pemuda berintegritas dan program...
Rico Waas Ultimatum: Perbaiki Pelayanan PBG di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas memberi ultimatum kepala dinas terkait lambatnya pelayanan PBG; pimpinan dinas ter...
39 Ketua TP-PKK Montasik Ikuti Pelatihan Kapasitas di Aceh Besar
Sebanyak 39 Ketua TP-PKK Gampong Montasik mengikuti pelatihan kapasitas di Aceh Besar untuk memperkuat progr...
Wagub Aceh bawa ulama ke BWI tuntaskan status Blangpadang
Wagub Aceh dan ulama bertemu BWI di Jakarta (23/7) untuk menegaskan status Blangpadang sebagai tanah wakaf M...
Langkat Komitmen Pertahankan UHC Prioritas untuk Akses Kesehatan
Pemkab Langkat menegaskan komitmen melanjutkan UHC Prioritas agar masyarakat tetap mendapat akses layanan ke...