Rico Waas Ultimatum: Perbaiki Pelayanan PBG di Medan
Medan — Wali Kota Medan Rico Waas memberi ultimatum kepada Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan, Jhon Ester Lase, terkait lambatnya pelayanan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Pernyataan itu disampaikan usai rapat evaluasi layanan PBG di Balai Kota, Rabu (22/7). Rico menegaskan posisi pimpinan dinas terancam dicopot jika perbaikan birokrasi tidak segera terlihat.
Evaluasi menyeluruh sistem PBG
Rico meminta seluruh mekanisme penerbitan PBG dievaluasi secara menyeluruh. Ia menyoroti adanya masalah komunikasi internal di Dinas Perkimcikataru yang disebutnya menghambat proses pelayanan. Pemerintah kota sendiri telah menetapkan batas waktu penerbitan PBG antara 14 hingga maksimal 28 hari kerja.
Ia menegaskan bahwa jika penerbitan melebihi batas waktu tersebut, berarti ada persoalan serius yang harus segera dibenahi agar masyarakat tidak dirugikan.
Isi rapat dan keluhan publik
Rapat yang dipimpin Rico dihadiri konsultan bangunan, arsitek, dan jajaran dinas. Dalam pertemuan itu, ia menyatakan menerima banyak keluhan tentang sulitnya mengurus PBG selama hampir setahun terakhir. Akibatnya, masih banyak bangunan berdiri tanpa izin karena proses administrasi dinilai rumit dan memakan waktu lama.
"Sistemnya memang harus dievaluasi. Kami mendengarkan seluruh keluhan dari para konsultan. Di sinilah fungsi evaluasi secara terbuka, melihat syarat-syarat yang masih menjadi hambatan, termasuk dari Dinas Perkimcikataru," tegas Rico.
Langkah perbaikan dan rekomendasi
Dalam forum terbuka tersebut, berbagai masukan dikumpulkan untuk menyederhanakan syarat penerbitan PBG. Tujuannya agar proses menjadi lebih cepat, transparan, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.
- Menyederhanakan persyaratan administrasi PBG
- Meningkatkan koordinasi antar pihak terkait, termasuk Tim Profesi Ahli (TPA) dan organisasi profesi
- Memperbaiki pola komunikasi internal di Dinas Perkimcikataru
Komitmen antikorupsi dan profesionalisme
Rico juga menegaskan komitmen memberantas praktik pungutan liar dalam pengurusan PBG. Ia mengingatkan seluruh aparatur Dinas Perkimcikataru untuk bekerja secara profesional dan tidak memanfaatkan pelayanan publik untuk kepentingan pribadi.
"Bekerjalah dengan profesional. Jangan ada yang coba-coba bermain atau meminta imbalan lebih dalam pengurusan dokumen PBG," ujar Rico.
Respons kepala dinas
Kepala Dinas Perkimcikataru, Jhon Ester Lase, mengakui adanya kendala dalam pelayanan PBG. Ia menyebut perlunya penguatan koordinasi antara pemerintah, TPA, organisasi profesi, arsitek, dan pemangku kepentingan lainnya agar perizinan berjalan lebih efektif.
Dampak dan tindak lanjut
Ultimatum Wali Kota memberi sinyal tegas bahwa perbaikan pelayanan publik menjadi prioritas. Jika evaluasi sistem tidak menunjukkan hasil, tindakan administratif terhadap pimpinan dinas akan menjadi opsi berikutnya. Pemerintah kota menargetkan proses perizinan yang lebih cepat dan bebas pungutan liar untuk melindungi kepentingan masyarakat dan mendongkrak PAD.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DKP Aceh Salurkan Ikan Segar di Kuta Cot Glie untuk Tingkatkan Gizi
DKP Aceh menyalurkan bantuan ikan segar di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk membantu pemenuhan gizi ibu hami...
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Aceh Besar, mulai beroperasi 19 September dan mengairi lebih dari...
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...