Lokal

Bobby Nasution Minta Solusi Permanen untuk Harga Pupuk di Gunungsitoli

Bagikan:
Gubernur meninjau rehabilitasi irigasi Afia dan berdialog dengan petani di Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, 29 Oktober — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menuntut penyelesaian permanen terhadap keluhan harga pupuk bersubsidi yang dijual mahal di tingkat pengecer di Kota Gunungsitoli. Ia juga menginstruksikan pemetaan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) saat meninjau rehabilitasi jaringan irigasi Afia di Kecamatan Gunungsitoli Utara.

Keluhan petani: pupuk mahal dan keterbatasan alsintan

Dalam dialog terbuka bersama petani dan tokoh masyarakat, Ketua Gapoktan Tetehosi menyampaikan sejumlah masalah utama. Keluhan meliputi penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), keterbatasan traktor dan mesin perontok padi (power thresher), serta kebutuhan alat pengering gabah (dryer).

Petani juga menyorot kondisi bendungan induk Sungai Afulu yang dibangun sejak 1980-an dan membutuhkan perbaikan agar irigasi bekerja optimal. Keluhan-keluhan tersebut disampaikan langsung untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Tindakan gubernur terkait harga pupuk

Menanggapi laporan penjualan pupuk di atas HET, Gubernur Bobby meminta Wali Kota Gunungsitoli memanggil distributor pupuk. Pertemuan itu harus melibatkan Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri agar ada pengawasan hukum dan transparansi.

Hasil pertemuan diharapkan menghasilkan kesepakatan mengenai batas atas harga eceran yang memperhitungkan biaya distribusi antarwilayah. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan solusi yang adil bagi petani dan pelaku distribusi.

"Kita ingin solusi yang permanen dan adil bagi semua pihak. Pembangunan irigasi ini adalah langkah awal, dan kita akan terus dampingi agar hasil panen petani terus meningkat,"

Pemetaan alsintan dan rencana anggaran

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Gubernur menginstruksikan Dinas Pertanian Provinsi Sumut memetakan kebutuhan riil alsintan dan alat pengering gabah berdasarkan luas lahan efektif. Luas lahan sawah yang disebut mencapai 254 hektar di kawasan Afia menjadi acuan perhitungan kebutuhan alat.

Gubernur juga meminta Wali Kota segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan pengajuan teknis. Tujuannya agar Pemerintah Provinsi dapat mempertimbangkan alokasi anggaran pada tahun mendatang untuk memenuhi kebutuhan mesin dan perbaikan infrastruktur pertanian.

"Saya minta Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara untuk menghitung kebutuhan alat berdasarkan luas lahan efektif persawahan sebesar 254 hektar,"

Tindak lanjut pemerintah kota dan provinsi

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menyambut positif kunjungan gubernur dan menegaskan komitmen Pemko untuk mendampingi petani melalui penyuluh pertanian. Pemerintah provinsi dan kota diharapkan menindaklanjuti kebutuhan jalan usaha tani dan perbaikan bendungan sesuai kewenangan masing-masing.

Upaya perbaikan irigasi dan pengaturan harga pupuk diharapkan meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Afia dalam jangka menengah hingga panjang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait