Lokal

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Turap di Perbatasan Nias

Bagikan:
Pembangunan dinding penahan tanah di perbatasan Kabupaten Nias dan Nias Barat untuk kelancaran arus lalu lintas

Nias — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta percepatan pembangunan dinding penahan tanah (turap) di perbatasan Kabupaten Nias dan Nias Barat agar arus lalu lintas lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Permintaan disampaikan saat peninjauan proyek di Jalan Gunungsitoli, Kecamatan Hili Serangkai, Kabupaten Nias, Kamis (29/10).

Peninjauan dan instruksi gubernur

Bobby meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Ia didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, serta tim teknis.

"Pekerjaan ini harus dipastikan berjalan sebaik-baiknya dan selesai sesuai jadwal untuk mengantisipasi kelancaran arus kendaraan menjelang Nataru," tegas Bobby.

Detail teknis proyek

Tim teknis menjelaskan beberapa pekerjaan utama yang sedang dilaksanakan. Pekerjaan inti adalah pemasangan bore pile pada 24 titik dengan ukuran dan kedalaman tertentu.

  • Pemasangan 24 titik bore pile setinggi 6 meter dan kedalaman 14 meter.
  • Fabrikasi pembesian bore pile telah rampung 100 persen.
  • Seluruh material proyek sudah tersedia di lokasi.

Upaya mengejar keterlambatan

Proyek sempat mengalami keterlambatan sehingga pelaksana mengambil langkah percepatan. Pekerjaan beberapa item dikerjakan secara paralel sembari menambah tenaga kerja di lapangan.

"Selama ini rata-rata tenaga kerja kami sekitar 15 orang per hari. Untuk mengejar target, kami mengupayakan penambahan manpower menjadi di atas 20 orang yang bersiaga di lapangan," terang perwakilan tim teknis.

Progres dan tahapan berikutnya

Hingga kini progres pembesian dinding penahan tanah mencapai 50 persen. Setelah pembesian selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran dinding beton.

Pengecoran membutuhkan masa perawatan sekitar dua minggu untuk proses curing. Setelah itu, tim akan melakukan penimbunan dan pemadatan badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter.

Dampak terhadap arus lalu lintas

Percepatan seluruh tahapan proyek diharapkan menjamin kelancaran akses transportasi warga. Langkah ini penting mengingat mobilitas kendaraan berpotensi meningkat saat periode Nataru.

Pemerintah provinsi dan pelaksana proyek berkomitmen memonitor progres hingga pekerjaan rampung sesuai target. Keberlanjutan pengawasan di lapangan diharapkan meminimalkan gangguan lalu lintas saat musim libur.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait