YLKI Soroti Promosi Rokok Elektrik yang Libatkan Anak di Media Digital
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pengawasan promosi rokok elektrik di ruang digital diperkuat setelah ditemukan praktik promosi yang melibatkan anak-anak. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, saat berbincang dengan Pro3 RRI Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026. YLKI menilai keterlibatan anak menunjukkan lemahnya perlindungan konsumen rentan dan potensi pelanggaran aturan kesehatan.
YLKI: Perlindungan Konsumen Anak Harus Diperkuat
Rio menegaskan promosi rokok melalui media digital sebenarnya telah dilarang menurut aturan kesehatan yang berlaku. Ia menyebut keterlibatan anak dalam konten promosi merupakan masalah serius dan memprihatinkan.
"Anak-anak merupakan konsumen rentan yang harus dilindungi. Pemanfaatan mereka sebagai media promosi sangat memprihatinkan,"
Menurut Rio, konten dinilai sebagai promosi bila menampilkan merek atau produk secara jelas. Peragaan penggunaan produk juga termasuk aktivitas promosi yang harus diawasi.
Perusahaan dan Tanggung Jawab terhadap Influencer
YLKI juga mengingatkan tanggung jawab perusahaan atas promosi yang dilakukan melalui influencer dan konten kreator. Rio menilai praktik pemasaran melalui figur publik perlu diatur supaya perusahaan tidak leluasa mempromosikan produk yang dilarang untuk audiens anak.
Ia menambahkan bahwa pedoman teknis untuk penurunan konten promosi rokok digital masih lemah.
"Pedoman teknis penurunan konten promosi rokok digital perlu diperkuat. Kondisi saat ini menghambat respons cepat terhadap laporan masyarakat,"
Pengaruh Influencer Menurut Pakar
Pakar Komunikasi Digital Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menjelaskan bahwa influencer memiliki pengaruh kuat karena hubungan kedekatan dan kekaguman audiens. Ia mengingatkan hal ini berisiko membuat produk terlarang tampak biasa bagi anak-anak.
"Anak-anak mudah mengikuti perilaku figur yang mereka kagumi dan kondisi itu berisiko membuat produk terlarang dianggap biasa,"
Firman juga menyoroti cara konten komersial disamarkan sebagai pengalaman pribadi sehingga batas antara hiburan dan promosi kian kabur. Pendekatan ini membuat pesan pemasaran lebih mudah dipercaya oleh audiens muda.
Tantangan Platform dan Saran Perlindungan
Menurut Firman, platform digital masih kesulitan mendeteksi promosi terselubung karena algoritma lebih memprioritaskan preferensi pengguna daripada tujuan komersial konten. Ia menekankan perlunya penerapan batas usia yang lebih efektif dan kepatuhan konten kreator terhadap tanggung jawab sosial.
"Konten kreator harus memahami tanggung jawab sosialnya. Keuntungan ekonomi tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan,"
Firman mendorong orang tua meningkatkan literasi digital anak agar anak lebih kritis terhadap pesan komersial tersembunyi dalam konten hiburan.
Pengawasan yang lebih ketat dan pedoman teknis yang jelas dinilai penting untuk mencegah normalisasi rokok elektrik di kalangan anak. Langkah selanjutnya memerlukan koordinasi antara pemerintah, platform digital, pelaku industri, dan masyarakat untuk melindungi konsumen rentan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Area Nonton di Luar Istana untuk HUT Ke-81
Pemerintah siapkan area nonton di luar Istana Merdeka untuk Upacara HUT Ke-81 pada 17 Agustus 2026 setelah p...
Pendaftar 336 Ribu, Pemerintah Tambah 3.400 Kursi Upacara HUT RI
Pemerintah menambah 3.400 kursi upacara di Istana setelah pendaftar 'war ticket' mencapai lebih dari 336.000...
GNB Ajak Hayati Kemerdekaan Lewat Keadilan dan Kemanusiaan
GNB mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 RI lewat keadilan dan kemanusiaan, disampaikan Sinta Nuriyah dan...
Undangan HUT ke-81 Diprioritaskan untuk Pendaftar Baru
Pemerintah memprioritaskan pendaftar baru untuk undangan Upacara HUT ke-81 di Istana Merdeka pada 17 Agustus...
Halida Hatta Ajak Rawat Indonesia lewat Moral dan Persatuan
Halida Nuriah Hatta mengajak masyarakat memperkuat moral, persatuan, dan musyawarah untuk merawat masa depan...
Mendagri Pastikan Akta Kelahiran Digital untuk Bayi Luar Faskes
Mendagri Tito pastikan bayi lahir di luar fasilitas kesehatan tetap dapat akta kelahiran digital lewat surat...