Produksi Padi Merauke Naik 66% pada 2025
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Yosefa Rumaseu, menyatakan produksi padi Merauke meningkat tajam pada 2025 menjadi 362.542 ton gabah kering giling (GKG), atau naik 66,46 persen dibanding 2024. Data ini bersumber dari Badan Pusat Statistik dan disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Pertanian pada 22 Juni 2026. Kenaikan didorong oleh program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat yang diperkuat pemerintah sejak 2024.
Data produksi dan persentase kenaikan
Menurut data resmi, lonjakan produksi terlihat jelas saat angka 2024 dan 2025 dibandingkan. Kenaikan ini menjadi indikator awal keberhasilan intervensi kebijakan dan dukungan sarana produksi di wilayah sentra pangan nasional tersebut.
| Tahun | Produksi (ton GKG) | Perubahan |
|---|---|---|
| 2024 | 217.790 | - |
| 2025 | 362.542 | +66,46% |
Pendorong utama: OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat
Yosefa menjelaskan program ekstensifikasi dan intensifikasi sudah berjalan sebelum 2024. Namun sejak mendapat perhatian penuh pemerintah pusat, potensi lahan benar-benar diberdayakan melalui OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat.
Program ekstensifikasi dan intensifikasi sebenarnya sudah berjalan sebelum tahun 2024. Namun sejak adanya perhatian penuh dari pemerintah pusat, potensi yang ada benar-benar diberdayakan melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat
Intervensi meliputi dukungan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pupuk, serta sarana produksi lain. Pemerintah mengoptimalisasi sekitar 40.000 hektare pada 2024 dari total lahan yang diusahakan masyarakat sekitar 67.000 hektare.
Dampak terhadap petani dan ekonomi lokal
Hasil intervensi mulai terlihat pada 2025, tidak hanya lewat peningkatan produksi tetapi juga perbaikan pendapatan petani. Aktivitas pertanian yang meningkat turut memulihkan kondisi ekonomi di sejumlah kampung.
Melalui program besar yang dijalankan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, baik optimalisasi lahan maupun cetak sawah rakyat, produksi padi Merauke pada tahun 2025 meningkat sekitar 65 persen dibandingkan sebelumnya
Pengalaman petani lokal memperkuat laporan resmi. Yohannes Yandi Gebze, petani Orang Asli Papua di Distrik Semangga, menyatakan bahwa cetak sawah rakyat membantu meningkatkan produksi pangan dan pendapatan masyarakat.
Program cetak sawah sangat baik untuk kami orang Papua, khususnya masyarakat Marind
Implikasi untuk ketahanan pangan nasional
Kementerian Pertanian menilai keberhasilan OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat di Merauke menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan nasional. Program ini diharapkan terus meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong modernisasi pertanian di Papua Selatan.
Ke depan, keberlanjutan dukungan teknis dan pasokan sarana produksi menjadi kunci agar tren peningkatan produksi ini berlanjut. Pemantauan dan evaluasi program juga diperlukan untuk memastikan manfaat menjangkau seluruh kelompok masyarakat tani.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...