Pemerintah Prioritaskan Program Produktif untuk Ciptakan Lapangan Kerja
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program-program produktif yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat panen raya di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Desa Tegalretno, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Fokus pada program yang menyerap tenaga kerja
Pemerintah tetap melihat pembangunan infrastruktur perkantoran penting, namun tidak boleh mengorbankan produktivitas. Menurut Prabowo, kantor megah tidak berarti jika tidak menghasilkan manfaat ekonomi riil bagi rakyat.
"Maaf kita sekarang agak tunda bangun banyak kantor. Kantor itu perlu, tapi jangan ada kantor tanpa produktivitas,"
Ia menambahkan bahwa prioritas saat ini adalah menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Kebijakan diarahkan pada proyek yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memberikan manfaat langsung.
Contoh sukses: BUBK Kebumen
BUBK Kebumen mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menyerap tenaga kerja lokal. Proyek ini telah memasuki siklus budidaya kedelapan sejak peresmian pada 9 Maret 2023.
- Jumlah pekerja: sekitar 650 orang, semuanya warga setempat;
- Kolam produksi: 139 kolam yang saat ini beroperasi;
- Siklus: memasuki siklus budidaya ke-8.
"Ini sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap, ada 650 orang yang bekerja, semuanya warga setempat,"
Keberhasilan BUBK menjadi model bagi pemerintah untuk mereplikasi program serupa di daerah lain. Selain menyerap tenaga kerja, kegiatan ini juga mendorong rantai pasok lokal dan pendapatan desa.
Rencana pengembangan dan dampak ekonomi
Pemerintah berencana mengembangkan proyek budidaya serupa dengan skala lebih besar, salah satunya di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diharapkan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produksi perikanan nasional.
Dengan mengutamakan program produktif, pemerintah berharap dampak ekonomi lebih cepat dirasakan oleh masyarakat dibandingkan proyek infrastruktur yang tidak langsung menyerap tenaga kerja. Pendekatan ini sekaligus menegaskan prioritas pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi lokal.
Ke depan, keberlanjutan program akan bergantung pada dukungan pembiayaan, akses pasar, dan transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Jika rancangan pengembangan berjalan baik, model seperti BUBK dapat menjadi solusi skala nasional untuk menekan pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berita Terkait
Polres Kepulauan Seribu Canangkan Gerakan Pilah Sampah
Polres Kepulauan Seribu meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dalam program Jaga Jakarta Bersih dan Asri, melibat...
Menlu Sambut 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla di Soekarno-Hatta
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla dipulangkan pada 24 Mei 2026, disambut langsung Menlu Sugiono di...
Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Investasi Hulu Migas
Pemerintah dan industri memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat investasi hulu migas, atasi pe...
AHY Dorong Ikastara Berkontribusi untuk Bangsa
Menko AHY mendorong Ikastara berkontribusi bagi bangsa saat Munas di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu...
Prabowo Ungkap Jejak Keluarga di Kebumen saat Panen Udang
Presiden Prabowo menyebut Kebumen sebagai tempat kelahiran ayahnya saat hadir di Panen Raya Udang, menyingka...
Imigrasi Ngurah Rai Gagalkan Keberangkatan Haji Nonprosedural 13 WNI
Imigrasi Ngurah Rai menunda keberangkatan 13 WNI pada 23 Mei 2026 di Bandara Ngurah Rai; mereka diduga henda...