Nasional

Kemkomdigi Tekankan Prinsip 3C untuk Industri Gim Nasional

Bagikan:

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan penerapan prinsip 3Cconnectivity, catalyst, dan competency — sebagai landasan pengembangan industri gim nasional. Pernyataan ini disampaikan Staf Khusus Menkomdigi Alfreno Kautsar Ramadhan pada diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Inti prinsip 3C dan tujuan

Kemkomdigi melihat 3C sebagai kerangka kerja yang harus melekat pada program transformasi digital. Ketiga elemen itu ditujukan untuk memperkuat infrastruktur, mendorong ekosistem inovasi, dan meningkatkan kapasitas talenta lokal. Implementasi 3C diharapkan membuat industri gim lebih berdaya saing di pasar global.

Rincian 3C

  • Connectivity: memperkuat akses dan infrastruktur digital.
  • Catalyst: menyediakan wadah dan fasilitasi untuk akselerasi industri.
  • Competency: pengembangan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia.

Program fiberisasi untuk konektivitas

Menurut Alfreno, program fiberisasi berada di bawah Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan menjadi kunci mendukung keberlanjutan pengembangan talenta gim. Program ini menempatkan konektivitas sebagai tulang punggung digitalisasi yang diperlukan agar pengembang dan pemain dapat bekerja secara efektif.

Alfreno menyatakan bahwa program fiberisasi penting untuk pengembangan talenta karena connectivity menjadi backbone of digitalization.

Garuda Spark sebagai katalis

Untuk aspek katalis, Alfreno menunjuk fasilitasi dalam bentuk innovation hub seperti Garuda Spark. Tempat ini berfungsi sebagai ruang kolaborasi, inkubasi, dan pengujian produk gim agar studi kasus dan prototipe bisa dipercepat menuju pasar.

Garuda Spark hari ini hadir sebagai innovation hub yang bisa menjadi katalis bagi industri gim dan memiliki tim khusus untuk industri game.

Pengembangan kompetensi lewat BPSDM

Kompetensi menjadi fokus ketiga. Kemkomdigi menjelaskan sejumlah program strategis untuk peningkatan kapasitas talenta digital. Untuk itu kementerian bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dalam program pelatihan dan inklusivitas agar peluang kerja di sektor gim terbuka lebih luas.

Dampak dan prospek

Kolaborasi antara infrastruktur, fasilitas inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia diharapkan mendorong ekosistem gim yang berkelanjutan. Langkah-langkah ini juga memperkuat peluang pengembang lokal memasuki pasar internasional. Ke depan, keberhasilan program akan tergantung pada konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan pemangku kepentingan di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait