Menekraf Dukung Board Game Masuk Jaringan Ritel Nasional
Menteri Ekonomi Kreatif mendukung pengembangan board game agar masuk ke jaringan ritel nasional. Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky Harsya saat diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. Dukungan ini dimaksudkan untuk memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekosistem permainan papan di dalam negeri.
Dukungan resmi dari Kemen-Ekraf
Menurut Menekraf, Kementerian siap berkolaborasi dengan pelaku industri board game. Kolaborasi diarahkan untuk memfasilitasi akses produk lokal ke jaringan pasar ritel yang sudah ada di Tanah Air. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkenalkan produk kreatif Indonesia kepada konsumen lebih luas.
"Untuk teman-teman dari board games, tentu kami juga siap terus untuk berkolaborasi. Bagaimana memfasilitasi board game kita ini, juga bisa masuk ke pasar-pasar ritel, jaringan-jaringan pasar ritel yang ada di Indonesia,"
— Teuku Riefky Harsya
Apa itu Board Game dan potensinya
Board game adalah permainan meja yang menggunakan papan sebagai media utama. Permainan ini sering melibatkan bidak, kartu, atau dadu, dan dimainkan bersama oleh dua orang atau lebih dengan aturan tertentu. Menekraf menilai permainan papan memiliki potensi ekonomi besar karena mampu menyasar segmen keluarga dan komunitas.
Selain nilai ekonomi, board game juga berfungsi sebagai media interaksi sosial. Permainan ini dapat meningkatkan kedekatan emosional antar pemain dan mendorong konsumsi produk lokal bila dukungan pasar dan promosi berjalan efektif.
Dampak bagi ekosistem kreatif lokal
Dengan dukungan masuknya board game ke ritel, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor permainan papan berpeluang mendapatkan pangsa pasar baru. Akses ritel juga dapat memperkuat jalur distribusi dan meningkatkan visibility produk di mata konsumen. Selain itu, kehadiran board game lokal di rak ritel dapat memperkuat kebanggaan dan preferensi terhadap produk dalam negeri.
Langkah ke depan
Kemen-Ekraf mendorong agar pengembangan board game tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga kualitas desain dan keberlanjutan produksi. Dukungan diharapkan mencakup penguatan kemitraan dengan jaringan ritel serta program promosi untuk memperkenalkan game lokal ke segmen keluarga dan anak-anak. Dengan demikian, potensi ekonomis dan sosial permainan papan dapat termanfaatkan secara optimal.
Upaya ini menjadi salah satu strategi Kemen-Ekraf dalam memperluas basis ekonomi kreatif dan memberi ruang bagi produk budaya lokal untuk tumbuh di pasar nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...