Kontribusi Ekraf ke PDB 2025 Capai 7,3%, Menekraf Optimistis Melonjak
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Data yang disampaikan menunjukkan kontribusi mencapai 7,3 persen pada 2025. Pernyataan itu disampaikan Teuku saat diskusi panel pada Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kontribusi Ekraf terhadap PDB
Teuku menilai capaian 7,3% menunjukkan performa ekraf yang kuat dan berkelanjutan. Ia juga optimistis angka tersebut akan meningkat lagi. "Artinya kami optimistis dalam satu tahun ke depan itu melampaui 8%," ujarnya.
Peningkatan industri aplikasi dan gim
Menurut Menekraf, pertumbuhan sektor aplikasi dan gim menjadi pendorong utama kenaikan kontribusi ekraf. Data internal menunjukan industri aplikasi dan gim tumbuh sebesar 18,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diakui memberi dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja nasional.
"Pertumbuhan aplikasi dan games sendiri dibandingkan tahun sebelumnya itu meningkat, sekitar 18,22%, ya. Dan ini sangat signifikan impact-nya juga ke tenaga kerja,"
Lonjakan tersebut berlangsung dalam periode singkat. Hal ini menunjukkan adanya momentum bagi subsektor game untuk berkembang lebih cepat. Dampak pada lapangan kerja juga mulai terlihat, baik di pengembangan konten maupun dukungan teknis.
Program pemerintah dan kolaborasi
Untuk menjaga laju pertumbuhan, Kementerian Ekonomi Kreatif terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku ekraf. Langkah ini diarahkan agar industri kreatif nasional mampu bersaing di pasar global.
"Tentu kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut, baik kaitannya bagaimana investasi ke sektor game ini bisa semakin meningkat. Salah satunya kolaborasi dengan Komdigi dan Kementerian Perdagangan serta Pemda DKI yang kami lakukan di tahun 2025,"
Kolaborasi lintas lembaga ini dimaksudkan untuk menarik investasi dan memperkuat ekosistem industri game. Pendampingan juga mencakup pelatihan, fasilitasi akses pasar, dan dukungan regulasi.
Prospek dan tantangan ke depan
Sektor ekonomi kreatif diprediksi akan terus tumbuh dan memberi kontribusi lebih besar pada PDB jika dukungan berlanjut. Tantangannya meliputi kebutuhan investasi, peningkatan kualitas SDM, dan akses pasar internasional. Namun, optimisme pemerintah dan data pertumbuhan subsektor game memberi sinyal positif bagi masa depan ekraf Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...